Sate Kere Dari Ampas Tempe Makanan Pencitraan Orang Miskin  

56

Sate kere merupakan sebuah sebutan untuk salah satu kuliner khas Solo yang terbuat dari tempe gambus yaitu tempe yang dibuat dari ampas tahu.Selain tempe, bahan dasar pembuatan sate ini juga menggunakan jeroan sapi , antara lain paru dan usus sapi.Sate ini juga dilengkapi dengan bumbu kacang atau sambal kecap layaknya  sate pada umumnya. Di zaman dahulu, sate menjadi salah satu makanan termewah yang hanya bisa disantap oleh kalangan menengah ke atas. Istilah kere  merupakan salah satu pencitraan terhadap kalangan masyarakat kurang mampu untuk membeli setusuk sate.

Atas alasan inilah , mereka membuat bentuk lain sate dengan bahan dasar tempe gambus dan jeroan sapi yang  jika dilihat menyerupai sate pada umumnya.Cara inilah yang menjadi daya tarik bagi kalangan bawah untuk menikmati sate yang kemudian melahirkan sate kere (satenya orang miskin).Selain itu, sate ini merupakan perwujudan perlawanan dari kalangan bawah kepada kalangan bangsawan dalam budaya feodal yang zaman dahulu masih sangat kental dirasakan oleh masyarakat jawa.

Sejatinya, ‘sate kere’ merupakan potret budaya tandingan gaya hidup yang menyimpang dari praktik sosial yang telah mapan. Secara sosiologis budaya tanding mencerminkan konflik perkara gaya hidup . Dihayati secara mendalam, pengertian budaya tanding dalam kontek kuliner rupanya dapat memunculkan sifat kompetisi yang sehat dan kreatif. Pihak wong cilik yang merasa kalah dalam urusan makan, tidak lantas frustasi dan ngamuk, namun membalasnya dengan menciptakan kreasi baru. Meski dengan bahan berbeda, tapi namanya tetap sama , yakni sate. Dari kerja kreatif inilah,  melahirkan makanan khas di meja makan.

Pada masa kolonial, bahan tersebut dijauhi pembesar Eropa dan kaum bangsawan. Hidangan di Kuliner yang semula dianggap murahan . kini sedang naik daun. Martabatnya terkerek, harganya ikut menjulang tanpa memerdulikan riwayat historisnya yang pekat dengan nasib getir dan perjuangan rakyat kelas bawah. Ia tidak lagi dilihat dari segi bahannya yang terbilang remeh, bahkan buangan.

Sate kere yang berbahan dasar  ampas tempe direndam dengan bumbu bacem kemudian dibakar di atas bara api. Biasanya sate kere disajikan dengan lontong atau nasi dengan bumbu kacang khas sate kere.Namun pada perkembangannya, warung sate kere juga menjual sate sapi. Tentu harganya pun tidak lagi mencerminkan makanan untuk kaum bawah. Sate kere telah naik kelas ketika bersanding dengan sate sapi yang dulu menjadi santapan kaum bangsawan. (E-001) ***