Waduk Jatigede Sumedang Memunculkan Obyek Kota Mati

6697

Waduk atau danau buatan merupakan tempat penampungan air dengan cara membendung aliran sungai. Air yang telah ditampung tersebut digunakan dan dimanfaatkan untuk irigasi pertanian,  bahan baku air minum, pembangkit listrik, budidaya perikanan, sarana olahraga air, sarana rekreasi dan sebagainya. Ada sekitar  500 waduk yang terdapat di Indonesia. Salah satunya Waduk Jatigede di Kab.Sumedang , bendungan terbesar ke-2 Waduk Jatiluhur di Purwakarta.  Waduk Jatigede  mulai digenangi air pada 31 Agustus 2015 lalu. Proses penggenangan air Waduk Jatigede dilaksanakan selama 219 hari oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan kecepatan aliran air sekitar 3,5 kubik per-detik dengan jangkauan penggunaan air mulai dari Sumedang, Majalengka, hingga  Cirebon. Dengan kapasitas tampung air sebanyak 979,5 juta meter kubik, menjadikannya sebagai waduk  terbesar kedua di Indonesia.

Para wisatawan menyebut Waduk Jatigede sebagai kembaran Danau Toba. Dengan luas yang mencapai 3.035 hektar, Waduk Jatigede mampu mengairi 90.000 hektar lahan pertanian di wilayah Indramayu, Majalengka dan Cirebon. Untuk membangun waduk ini, sebanyak 28 desa di beberapa kecamatan di wilayah Sumedang, warganya harus direlokasi ke tempat baru. Total dana pembangunannya mencapai USD 467 juta atau Rp 6,5 triliun . Lantaran dibangun pada area permukiman warga, waduk ini memiliki wisata ”kota mati”, saat musim kemarau akan  terlihat rumah-rumah penduduk . Di tengah danau, terdapat gugusan pulau yang memiliki bukit asri , layaknya Pulau Samosir di Danau Toba yang memiliki menjadi daya tarik .

Di beberapa tempat yang mengelilingi bendungan Jatigede bermunculan tempat tujuan wisata yang menyajikan pemandangan alam bendungan . Di antaranya Wana Wisata Tanjung Duriat yang terletak di pesisir barat laut bendungan . Dari sini pengunjung bisa melihat indahna pemandangan bendungan Jatigede dari atas bukit yang menjorok ke arah bendungan (tanjung). Lokasi ini dibangun oleh Perum Perhutani Sumedang dan pengelolaannya bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Pajagan.Ciri khas wisata ini adalah papan penanda Tanjung Duriat dengan ikonnya berbentuk logo cinta. Tempat ini biasa dijadikan sebagai lokasi swafoto dengan latar hamparan air bendungan Jatigede. Wahana lain yang biasa digunakan untuk swafoto adalah penunjuk arah ke beberapa kota yang berada di dunia dan tempat lain di seputaran bendungan Jatigede. Di kawasan Tanjung Duriat juga ada papan nama bendungan Jatigede yang berukuran raksasa.

Wisata Alam Puncak Damar,berlokasi di kawasan Puncak Damar Desa Paku Alam, terletak di sebelah barat laut kawasan bendungan Jatigede. Kawasan wisata ini juga dikembangkan oleh Perum Perhutani KPH (Kesatuan Pemangku Hutan) Sumedang. Sementara pengelolaannya bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Paku Alam Desa Paku Alam.Wisata Puncak Damar juga menyajikan keindahan alam pegunungan di wilayah Puncak Damar serta hamparan air di bendungan Jatigede.Di kawasan wisata Puncak Damar terdapat fasilitas yang bisa digunakan oleh pengunjung seperti tempat lesehan di beberapa shelter, Gazebo, Camping Ground, Outbound dan tempat bermain anak-anak, mushola kecil dari kayu yang tampak alami. Selain tersedia toilet yang bersih dan lahan parkir kendaraan.

Wisata Pasir Tugaran,berlokasi di pesisir barat bendungan Jatigede di sebelah utara Kampung Lebak Muncang Desa Karangpakuan. Wisata Pasir Tugaran ini berada di kawasan lahan pertanian penduduk setempat di pesisir bendungan Jatigede. Kawasan wisata Pasir Tugaran dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat.Wisata Pasir Tugaran mengandalkan bendungan Jatigede sebagai potensi wisatanya. Berbagai fasilitas a dibangun untuk memanjakan pengunjungnya seperti Menara Pantau Jodoh, lokasi memancing ikank di pinggir bendungan maupun yang menjorok ke tengah bendungan serta perahu yang bisa disewa untuk mengarungi bendungan. Termasuk  fasilitas wisata kulinernya dengan menu makanan berupa karedok, pepes ikan dan nasi liwet serta area peternakan Domba Garut. (E-001) ***