9 Kota Jadi Pusat Pengembangan Industri Kreatif RI

38

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendukung pengembangan industri kreatif di dalam negeri. Saat ini tercatat ada 9 kota yang akan menjadi pusat industri kreatif unggulan Indonesia.

Sekretaris Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Eddy Siswanto mengatakan, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2015 tentang ekonomi kreatif, pemerintah berkomitmen untuk membangun ekonomi kreatif yang bertumpu pada tumbuhnya industri kreatif. Hal ini salah satunya dalam rangka meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat.

“Salah satu strategi pembangunan ekonomi dan industri di Indonesia, yaitu melalui industri kreatif,” ujar dia di Kantor Kemenperin, Jakarta.

Dia mengungkapkan, Indonesia telah memiliki beberapa kota yang industri kreatif terus berkembang, seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Jember, Bali, Makassar dan Mataram. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan kota lain juga muncul menjadi pusat pengembangan industri kreatif.

“Masa depan industri kreatif cukup menjanjikan dan dapat menjadi sumber ekonomi dengan nilai yang tinggi, karena dalam industri ini terdapat konten gagasan, seni, inovasi, teknologi, serta kekayaan intelektual. Dalam hal ini di Indonesia cukup besar potensinya sehingga kekuatan ini dapat menjadi unsur penentu daya saing produk,” jelas dia.

Untuk dapat bersinergi dengan program ekonomi kreatif, Kemenperin melalui Ditjen IKMA telah memiliki program penumbuhan wirausaha baru, termasuk program pengembangan start-up. Contohnya yaitu program Santripreneur untuk menguatkan penumbuhan dan pengembangan Unit Usaha Industri, dan Wirausaha Baru (WUB) di pondok pesantren, serta One Village One Product (OVOP) yang mengembangkan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan satu produk kearifan lokal yang khas.

“Kaitannya dengan penguatan pasar dan promosi produk, Kementerian Perindustrian telah melaunching e-Smart IKM yang akan menjadikan virtual sentra IKM, yang telah tumbuh diberbagai pelosok tanah air,” kata dia.

Menurut Eddy, ide utama e-Smart IKM berasal dari keprihatinan akan maraknya produk-produk impor yang beredar, baik di marketplace maupun e-commerce. Adanya e-Smart bertujuan agar produk IKM loka bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Saat ini produk unggulan e-Smart IKM sudah terakses melalui e-commerce dan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli.com, dan Blanja.com dan akan terus diperluas. Melalui program e-smart, sektor Industri IKM diharapkan tidak akan ketinggalan dalam tren transaksi online di dalam situs jual beli, dan akan semakin banyak produk-produk industri kreatif yang kompetitif,” tandas dia. (C-003/SD)***