Enam Bangunan Di Kota Cimahi Melanggar Aturan Tataruang KBU

10

Pemerintah Kota Cimahi bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang, memberikan sanksi ke sejumlah bangunan di  enam titik, di Kota Cimahi, yang melanggar aturan tata ruang. Keenam bangunan tersebut, diberikan sanksi wajib melakukan penataan kembali tata ruang bangunan.

Sejumlah  bangunan di enam titik  di Kota Cimahi, dinyatakan telah melanggar aturan tata ruang kawasan bandung utara atau KBU. Sejumlah bangunan tersebut, diberikan sanksi berupa sanksi administratif, serta diwajibkan melakukan penataan kembali tata ruang bangunannya, sebagaimana aturan yang telah ditentukan.

Bangunan yang terindikasi melanggar aturan tata ruang diantaranya Moriz Futsal, perumahan Grand Cimahi City, perumahan Edelweiss Residence, Anabil Cluster, STKIP Pasundan dan perumahan Kamarung Regency. Keenam titik tersebut, dipasang plang pelanggaran tata ruang, oleh petugas gabungan dari pemerintah Kota Cimahi, Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta badan pertanahan nasional.

Sejumlah bangunan yang sudah berdiri kokoh tersebut, melanggar Undang-Undang Nomor 26, Tahun 2007, Tentang Penataan Ruang Dan Perda Nomor 4 Tahun 2013, Tentang Rencana Tata Ruang Kota Cimahi Tahun 2013-2033.

Kasubdit penindakan dan pemanfaatan ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang -Mochamad Darmun mengatakan, 4 bentuk kriteria indikasi pelanggaran Tata Ruang yaitu mengubah fungsi ruang, memanfaatkan ruang tidak sesuai izin pemanfaatan ruang, izin tidak sesuai tata ruang dan tidak berizin serta tidak memenuhi kewajiban persyaratan izin dan menutup akses publik.

Selain di Kota Cimahi, Kementerian Agraria dan Tata Ruang pun akan melakukan audit bangunan bangunan di Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, yang masuk kawasan bandung utara serta menyalahi aturan tata ruang.

 Algi Muhamad Gifari, Bandung Tv