SEKTOR INDUSTRI KREATIF BESAR dan POTENSINYA TERHADAP PDB NASIONAL

11

SAAT ini ekonomi kreatif (industri kreatif) daoat dikatakan menjadi salah satu potensi bisnis di Indonesia. Dalam 3 tahun terakhir, kondisinya selalu meningkat. Dari  Rp922,59 triliun tahun 2016 meningkat menjadi Rp1.102 triliun ( 2018). Artinya dalam 3 tahun saja nilainya sudah meningkat  19,45%.

Tingginya angka yang diberikan oleh industri kreatif pada sistem PDB ( Product Domestic Bruto), memang masuk akal. Betapa tidak, sejak tahun 2016 saja potensi bisnisnya sudah mampu menembus di angka Rp922,59 triliun. Angka ini bisa dikatakan cukup tinggi, mengingat pada saat itu kontribusi yang diberikan untuk PDB Nasional 7,44%.

Kondisi itu memang membuat prediksi ke depan terhadap industri kreatif cukup baik.

Menurut Triawan Munaf, Kepala Badan Kreatif ( Bekraf).” Besarnya angka yang di berikan untuk PDB nasional berasal dari beberapa sektor industri. Sebut saja misalnya peningkatan tertinggi dalam hal pendapatan, industri kreatif memiliki 3 sektor terbaik yang mampu menyumbangkan kontribusinya terbesar yaitu industri kuliner (41,69%), industri fesyen (18,15%) dan industri kriya (15,70%). Sedangkan subsektor yang memiliki pertumbuhan dari beberapa sektor yang ada seperti : TV&amp, radio (10,33%), film-animasi & video ( 10,09%) serta seni pertunjukan (9,54%),”  jelas Triawan Munaf.

Kondisi di atas memang terlihat wajar, ketika kita melihat kondisi terkini ekonomi kreatif memang lebih banyak didominasi generasi millennial. Sekadar menjelaskan, komposisi generasi millennial dibanding generasi lainnya, angkatan kerja saja jumlahnya generasi millennial 62.570.920 pekerja ( 17,96%). Generasi X  69.003.270 pekerja (43,03%) dan  generasi baby boomers 28.795.610 pekerja ( 39,02%). Sedangkan jumlah generasi millennial  berada pada angka 90 juta jiwa. Tidak heran memang, jika pada akhirnya sejak tahun 2016 hingga memasuki tahun 2019 ndustri kreatif Indonesia selalu memberikan angka peningkatan yang cukup signifikan. Dampak  peningkatan tersebut dapat dirasakan dari sektor industri.  Dengan peningkatan yang selalu terjadi dari tahun ke tahun. Pada akhirnya juga meningkatkan sector pendukung lainnya yang ada di industri kreatif seperti : industri cenderamata, garmen, serta bisnis kuliner.

Hal itu erat kaitannya dengan industri besarnya, maka wajar jika ketiga sub sector pendukung itu juga memberikan kontribusi terbaik untuk sektor industrinya.

Komposisi jumlah industrinya yang ada di Indonesia 16 sektor bisnis yaitu seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio, aplikasi games, arsitektur, desain grafis, desain komunikasi visual, periklanan, musik, penerbitan, fotografi, desain produk, fashion, film animasi dan video, kriya dan tentunya sub sektor kuliner. Maka ke depan, dengan semakin produktif-nya jumlah generasi millennial, bisa dipastikan jumlah pendapatan akan semakin besar.

Sedangkan dengan mulai masuknya Indonesia dalam Era Industri 4.0, industri kreatif juga sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan dan pertumbuhan industri kreatif secara ekonomi. Bisa dikatakan, dari 16 subsektor yang ada, minimal 3 subsektor yang pertumbuhannya paling tinggi adalah  Bidang Teknologi Informasi ( 8,81%), Bidang Periklanan ( 8,05%) dan Bidang Arsitektur ( 7,53%).

Ini menjadi menarik, karena memang dengan mulai masuknya industri Indonesia dalam Era Industri 4.0. Wajar, subsektor teknologi informasi menjadi sektor yang paling dominant dalam industri kreatif. Karena bisa dikatakan semua sektor industri sudah mesti mengaplikasikan bisnisnya dengan teknologi informasi agar bisnisnya bisa berkembang dengan lebih baik. Sehingga bisa dikatakan, semakin tingginya kebutuhan industri akan penggunaan teknologi informasi, maka kontribusi subsektor teknologi informasi dalam industri kreatif semakin meningkat.

Hal itu sejalan dengan perkembangan yang terjadi menurut data terkini dari Biro Pusat Statistik (BPJS ). Tahun 2014 ( Rp784,82 triliun) naik menjadi Rp852,24 (2015) atau naik 8,6%. Hingga tahun 2019 angkanya akan meningkat 12% dengan kontribusi terbesar dari sektor teknologi informasi karena hal itu berdampak dari jumlah pengguna internet yang ada di Indonesia pada tahun 2019 yang sudah mencapai 51,86% darii total jumlah penduduk..***