Pemindahan Penerbangan ke BIJB Membuka Perkembangan Perekonomian

313

BISNIS BANDUNG — Pemindahan rute penerbangan dari Husein Sastranegara ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati merupakan hal positif bagi pengembangan wilayah Jawa Barat.

Diungkapkan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandung, Surya Batara Kartika, ST , dengan pemindahan ini, beban pelayanan penerbangan jadi terbagi tidak bertumpu  di satu titik.

Surya melihat, saat ini,  simpul utama Jawa Barat masih berada di Bandung. Jika dibiarkan, hanya bagian selatan dan barat wilayah Jabar saja yang akan lebih berkembang , sementara bagian timur dan utara sulit berkembang.

Menyinggung masalah wisatawan yang datang ke Kota Bandung ,Surya mengaku, ,pihaknya belum memperoleh data ril wisatawan ke Kota Bandung. Menurut informasi yang diterima dari Disparbud Kota Bandung, walau ada peningkatan jumlah wisatawan ke Kota Bandung yang umumnya wisatawn lokal, tapi tidak lebih dari 10%. Sedangkan untuk tingkat Jawa Barat berdasar dat  Disparbud Jawa Barat, wisatawan mancanegara ke Jawa Barat pada 2 bulan pertama tahun 2019 meningkat 16,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Dikemukakan Surya lebih lanjut , dampak atau manfaat dari beroperasinya BIJB  tidak  terbatas pada sektor pariwisata,  manfaat BIJB juga berdampak pada perekonomian . Hal ini, harus disikapi oleh semua pelaku ekonomi di Jawa Barat. Menurutnya,  mendatangkan traffic bukan hal yang mudah, namun dengan akses transportasi yang baik sudah suatu kewajiban semua pihak ikut andil dalam menciptakan kesempatan kerja dan usaha.

Terkait hal itu , Surya menyarankan  kepada para pelaku usaha agar  semakin kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk berkualitas, selain bersikap jujur atas kemampuan produksi dan kualitas yang dihasilkan, agar kerjasama bisnis antar pelaku usaha nasional maupun mancanegara dapat berjalan awet.

 Angka kunjungan turun

Ditemui  terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah ASITA Jabar, Budijanto Ardiansjah SE berkomentar, pemindahan rute penerbangan yang sebelumnya dari Bandara Husein Sastra Negara beralih ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), mempunyai konsekuensi ekonomi dan pariwisata, seharusnya pemindahan dilakukan secara bertahap tidak serta merta. Pemindahan ini menurutnya telah membuat Bandung menjadi sedikit “terisolir”.

Diungkapkan Budijanto, pemindahan rute penerbangan sudah berdampak terhadap angka kunjungan, terutama wisatawan nusantara (winus) , mereka enggan menggunakan BIJB Kertajati. Penurunan wisatawan domestik berasal dari kota-kota di Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi. “Belum ada angka yang pasti, tapi dengan banyaknya pengurangan penerbangan, diperkirakan sekitar 30% untuk wisnus. Untuk wisman tidak masalah karena masih diperbolehkan untuk terbang dari/ke Bandara Husein Sastranegara Bandung”, ungkap Budijanto kepada BB, di Bandung.

Dikatakan,  terjadinya penurunan angka kunjungan wisatawan, Asita Jawa Barat pernah menyampaikan masukan agar Bandara Husein Sastranegara jangan diperkecil perannya, karena pasti akan berdampak. Tapi mungkin karena ini adalah instruksi pusat, kebijakan itu tetap dijalankan. “Untuk market Bandung paling terasa karena airportnya yang dipindahkan.Walau masyarakat sekitar BIJB belum bisa menikmati manfaat keberadaan BIJB,”ujar Budijanto

Menjawab pertanyaan apakah dampak dari beroperasinya BIJB,    terjadi penyusutan atau pengurangan jumlah tenaga kerja ? Dijelaskan Budijanto ,  pihaknya belum bisa memastikan dampak langsung, tetapi tidak menutup kemungkinan, jika kondisi ini dibiarkan terus,  tidak mustahil berdampak terhadap tenaga kerja.

Budijanto menyebut ,  beberapa saran dan masukan dari Asita Jabar disampaikan kepada pemerintah agar pemindahan penerbangan dari Husein ke BIJB memberikan kontribusi positif. Di antarnya adalah penguatan pasar Ciayumajakuning yang merupakan penopang BIJB, kemudian percepatan infrastruktur dari kawasan Bandung Raya menuju BIJB seperti tol Cisumdawu dan jalur kereta api.  Selain itu peningkatan kualitas pelayanan di BIJB, seperti untuk penerbangan umroh haji dan cargo. Untuk Bandara Husein Sastranegara, tetap dikembalikan fungsinya, tapi dengan penerbangan terbatas untuk mendukung keberadaan BIJB. (E-018)***