Pesona Gunung Semeru Menikmati Indahnya Bunga Edelweis

49

Gunung Semeru atau juga disebut Sumeru merupakan salah satu gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru berada pada ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Semeru mempunyai kawasan hutan dipterokarp bukit, hutan dipterokarp atas, hutan montane dan hutan ericaceous atau hutan gunung. Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung Semeru dapat ditempuh lewat Kota Malang atau Lumajang. Dari terminal Kota Malang  naik angkutan umum menuju Desa Tumpang , dilanjutkan dengan menumpang jip atau truk sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang. Dengan menggunakan truk sayuran atau jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, daerah terakhir di kaki Semeru. Di sini terdapat Pos Pemeriksaan, juga  terdapat  warung dan pondok penginapan.

Setelah berjalan sekitar 5 km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi bunga edelweis,  akan sampai di Watu Rejeng. Di sini terdapat batu terjal yang sangat indah dengan pemandangan  indah ke arah lembah dan bukit-bukit yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak Semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km. Di Ranu Kumbolo dapat mendirikan tenda. Selain itu juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.

Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal dengan pemandangan yang sangat indah  ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas dinamakan oro-oro ombo , dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat menawan, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di daratan Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel. Memasuki hutan cemara sering dijumpai burung dan kijang daerah ini bernama Cemoro Kandang. Kemudian di Pos Kalimati yang berada pada ketinggian 2.700 m,  kita  dapat mendirikan tenda untuk beristirahat.

Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Di Arcopodo sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak debu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, merupakan wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.

Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah longsor. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini  terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya ditinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak Semeru dari Arcopo harus dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 dinihari. Kalau siang hari angin berhembus ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka. Sebab itu pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau, sekitar bulan Juni, Juli, Agustus dan September. Dan pendakian  tidak dilakukan pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.

Di puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena ada gas beracun dan aliran lahar. Gas beracun ini dikenal dengan sebutan Wedhus Gembel (Bahasa Jawa yang berarti “kambing gimbal”,  kambing yang berbulu seperti rambut gimbal) . Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 – 10 derajat Celsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajat Celsius dan dijumpai kristal-kristal es , selain cuaca sering berkabut terutama pada siang hingga malam hari. (E-001) ***