Tips Berkendara di Jalan Tol

172

Kecelakaan di jalan raya masih kerap terjadi. Salah satu yang banyak menaik perhatian masyarakat adalah kecelakaan di jalur Jalan Tol Cikampek – Cirebon  dan  Jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) yang banyak meminta korban meninggal dunia dan luka-luka , selain kerusakan kendaraan.

Beberapa waktu peristiwa peristiwa tabrakan beruntun di Jalan Tol Cikampek Cirebon dengan jumlah korban delapan orang meninggal dunia. Peristiwa itu diawali oleh sebuah dump truk yang terguling di ruas tol. Kendaraan lain yang berada di belakangnya pada jalur yang sama berhenti tiba-tiba, sehingga tabrakan beruntun tak bisa dihindari.

Sebagai tragedi, peristiwa kecelakaan memang tak bisa diketahui kapan akan terjadi. Kita bisa menghindarinya jika menjalani pola mengemudi safety driving yang mengacu pada standar keamanan berkendara.

Berkendara di jalan tol memerlukan perhatian ekstra. Di jalan tol, para pengemudi diperbolehkan memacu kendaraan dalam kecepatan minimal 40 km/jam dan maksimal 100 km/jam.

Dalam kecepatan itu, seseorang , terutama pengemudi  berpeluang mengalami kecelakaan jika kehilangan konsentrasi.

Dikutip dari Nissan, Rabu 4 September 2019, salah satu hal yang membuat berkendara di jalan tol semakin berbahaya yakni saat mendahului mobil yang berada di depannya.

Saat mendahului, sudah pasti kecepatan yang dibutuhkan harus lebih tinggi dari pengendara  didahului.

Salah perhitungan sedikit saja bisa berakibat fatal. Lalu, bagaimana cara aman mendahului mobil di jalan tol? Berikut ini ada lima cara berkendara aman di jalan tol:

1. Dahului dengan cepat dan tanpa ugal-ugalan

Ketika mendahului mobil lain, agar cepat dibandingkan mobil yang akan didahului. Jika kurang atau tak mampu jangan dahului.

Pastikan berhati-hati dalam mendahului kendaraan melalui blind spot.

  1. Lihat Spion sebelum memberikan tanda lampu sein.

Sebelum menyalakan tanda lampu sein,  anda harus melakukan pengamatan visual di sekitar mobil.

Gunakan spion untuk melihat, tak hanya kondisi tetapi juga lajur jalan yang ingin digunakan untuk mendahului kendaraan. Hal ini untuk memastikan tak ada mobil bergerak di lajur jalan yang sama.

  1. Jika melihat kedipan lampu, sebaiknya kembali ke lajur asal

Ketika mendahului kendaraan pada saat berada di jalan tol, jangan pernah kembali mundur ke lajur asal. Kecuali, mobil belakang mengedipkan lampu.

Kedipan lampu menandakan, tidak boleh menghalangi laju kendaraan itu. Alasannya, kecepatan yang terlalu tinggi atau ketidakmampuan pengendara untuk memberikan jalan.

  1. Berhati-hati jika mobil lain meningkatkan kecepatan saat mendahuluinya

Ada beragam karakter pengendara di jalan raya. Di antaranya yang membiarkan kamu mendahului mereka. Ada pula yang merasa kurang senang jika kamu mendahuluinya dan menganggap itu adalah tantangan balapan. Orang yang seperti ini biasanya justru akan menambah kecepatannya ketika kamu mendahuluinya.

Jika hal ini terjadi , lebih baik mundur dan menjauhlah. Tak ada gunananya menanggapi pengemudi serupa itu. Sangat berbahaya .

  1. Beriklah tanda klakson atau kedipan lampu jika tak ada celah

Umumnya mobil yang lebih cepat bergerak di lajur paling kanan dan yang paling lambat berada di sebelah kiri. Meskipun begitu, ada juga kendaraan yang melaju pelan justru menempati lajur kanan dan hal ini membuat sulit untuk mendahuluinya.

Menunggu agar lajur kosong tentu butuh waktu lama. Biasanya orang akan memberikan tanda klakson atau kedipan lampu agar pengendara tersebut minggir dari lajur kanan.

(E-002/BBS)***