Pengembangan  Wisata Air Lestarikan Tanah  Pasundan

11

BISNIS BANDUNG – Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Jabar, Eddy Nasution mengatakan, pengembangan wisata air dilakukan untuk meningkatkan kepariwisataan Jabar dan melestarikan budaya Tanah Pasundan.

“Budaya Jabar  sebenarnya sangat lekat dengan air, jadi sudah sewajarnya wisata air kita kembangkan,” katanya pada  Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kamis (19-9-2019).

Kepala Dinas  Pengelolaan SDA Jabar, Linda Al Amin menyebutkan Pemdaprov pada tahun 2020 menganggarkan Rp 24 miliar untuk pengembangan destinasi wisata air.  Dalam penataan objek wisata air tersebut  tidak akan merusak alam karena dilakukan sesuai regulasi.

Pada  25 September 2019  Pemdaprov Jabar akan  meresmikan penataan empat destinasi wisata air di Kalimalang Kota Bekasi secara simbolis. Kemudian, tiga destinasi lainnya yaitu Situ Rawakalong Depok, Situ Ciburuy Kabupaten Bandung dan Waduk Darma Kuningan pun dilakukan peletakan batu pertama.

” Tahun 2019 kita bangun di luar badan air artinya membangun di luar sempadan situ, Situ Ciburuy ini akan bangun tampak depan pintu masuk. Landscape-nya ada taman kita tata sehingga dari jalan raya akan kelihatan berubah, di luar badan air,” kata Linda.

Pada 2020 dilanjutkan penataan di atas badan air seperti ada plasa terapung, jembatan, plasa alun-alun dengan total anggaran Rp 24 miliar. “Ke depan untuk pemeliharaannya akan ada kerjasama antara pemerintah pusat provinsi dan pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Situ ini kan dikelola BBWS kita akan kesepakatan kerja sama, ” ujar dia.

Selain itu untuk PAD pun akan murni ke kas daerah Kabupaten Bandung Barat. Sama halnya dengan Waduk Darma yang juga memberlakukan tiket masuk.

“PAD ke Bandung Barat dari tiket masuk mungkin nanti disesuaikan. Yang penting sekarang Ciburuy tertata, masyarakat lebih peduli masa iya masih nyampah kalau sudah tertata, orang pun akan lebih senang kalau tidak ada sampah,” kata dia.

Untuk revitalisasi Sungai Kalimalang, kata Linda, akan dilakukan pembangunan untuk bagian luar badan air pada 2019, seperti taman, jalan setapak, monumen, dan tiang bendera. Sedangkan pada 2020, akan dibangun zona bermain anak, kolam dangkal, sampai ruang ngariung.

Kemudian revitalisasi Situ Ciburuy tahun ini fokus pada pembenahan gerbang masuk dan taman. Pembangunan bangunan terapung, pasar apung, restoran, jembatan, rencananya dilakukan pada tahun 2020. (B-002)***