Adu Kreativitas Produsen Pasar Uang Elektronik

37

PETA bisnis pemain uang elektronik semakin jelas terlihat. Data terbaru Bank Indonesia (BI) yang diperoleh BB dari bebagai sumber menunjukkan: ada sepuluh besar pemain yang menguasai pangsa pasar berdasarkan nilai transaksi.

Tak disangka, Ovo ternyata sudah menjadi pemimpin pasar uang digital selama ini. Produk milik PT Visionet Internasional ini memimpin dengan pangsa pasar hingga 37%. Pesaing terberatnya memang datang dari aplikasi Go-Pay milik perusahaan transportasi online GoJek dengan pangsa pasar sebesar 17%.

Manajemen Ovo dingin menanggapi data dari BI ini. “Tanya ke Bank Indonesia soal itu. Kami dari Ovo lebih bagaimana mempercepat inklusi keuangan. Saat ini, berapa besaran digital payment bila dibanding uang tunai. Walau sudah beberapa tahun menggunakan digital payment, tapi gap masih tinggi,” ujar Direktur Ovo Harianto Gunawan,Senin (23/9).

Ia cuma bisa menceritakan kalau tiga transaksi paling besar dan menjadi fokus di Ovo itu adalah transportasi, transaksi e-commerce, serta ritel yang di dalamnya termasuk food and beverage.

Menariknya, untuk menggenjot transaksi, Ovo menggandeng perusahaan lain yang cukup disegani di masing-masing bidang. Misalnya untuk e-commerce, Ovo menjadi menjadi dompet digital perusahaan unicorn Tokopedia .

Untuk transportasi online Ovo juga bekerja sama dengan Grab yang juga menjadi decacorn di Kawasan Asia Tenggara.

Harianto menyebutkan, tahun lalu, pengguna Ovo meningkat 400% dalam setahun. Sementara volume transaksi Ovo tumbuh 75 kali lipat di tahun 2017, atau sekitar satu miliar transaksi.

Bank kalah telak

Pemain baru uang elektronik, LinkAja, besutan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), menduduki peringkat delapan, dengan pangsa pasar 3%.

“Untuk data itu belum bisa kami komentar,” ujar Chief Executive Officer Finarya Danu Wicaksana. Namun, ia menyatakan, hingga kini transaksi LinkAja meningkat hingga 400%.

Berikut penguasa pasar uang elektronik di Indonesia versi BI:

  1. OVO 37%
  2. GoPay 17%
  3. Bank Mandiri 13%
  4. DANA 10%
  5. Shoope Pay 6%
  6. BRI 5%
  7. BCA 5%
  8. LinkAja 3%
  9. iSaku 2%
  10. Lainnya 1%

Adu kreativitas dan diskon besar-besaran menjadi salah satu karakter persaingan antar produsen pasar uang elektronik. Tentu saja, ini harus di kontrol oleh OJK atau para petugas negara yang sedang menjalani tugas. (C-003/Bbs)***