Ammdes Jadi Pendorong Perekonomian Desa

10

Kementerian Perindustrian memfasilitasi sejumlah pelaku industri dalam negeri dalam gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXI 2019 di Bengkulu. Kegiatan yang diselenggaran oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tanggal  22-25 September 2019.

Kementerian Perindustrian  menampilkan produk unggulan dari PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) dan Sefator Deos Maks. Selain itu, Kemenperin juga menampilkan produk hasil riset Balai Besar dan Balai Riset dan Standarisasi (Baristand) Industri.

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin mengatakan,  pihaknya mendukung penuh pelaksanaan TTG nasional tahun ini karena menjadi ajang bagi para inventor, kreator dan inovator teknologi dari desa-desa di berbagai daerah untuk mempromosikan hasil temuannya. Apalagi tema tahun ini terkait dengan upaya meningkatkan inovasi teknologi dalam kesiapan menyongsong era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat perdesaan.

“Untuk  mendukung tujuan tersebut, kami tunjukan beberapa karya anak bangsa . Contohnya, Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang diproduksi PT KMWI telah mendapat pujian dari Bapak Eko Putro Sandjojo karena dapat meningkatkan produktivitas di perdesaan  lebih efektif untuk mendorong kegiatan ekonomi dan penguasaan teknologi tepat guna,” ujar Putu dalam keterangannya, Selasa (24/9).

Gelaran TTG Nasional XXI dibuka oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigras,i Eko Putri Sandjojo, Minggu (22/9). Mendes PDTT melihat langsung dua unit AMMDes, yakni yang menggunakan aplikasi pengolah serabut kelapa dan perontok multiguna.

“AMMDes pengolah serabut kelapa cukup mendapat perhatian dari para pengunjung. Sebab, sejalan dengan upaya Kemenperin dalam menjalankan hilirisasi industri kelapa, serabut kelapa  bisa banyak dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai tambah tinggi. Misalnya untuk jok, panel dan insulator kendaraan bermotor,” ujar Putu.

Dalam waktu dekat, AMMDes pengolah serabut kelapa akan dilakukan pilot project di Kabupaten Indragilir Hilir, Kab. Pangandaran dan Kab. Ciamis dengan menggandeng koperasi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat. Selain bisa menjadi jok kendaraan, serabut kelapa dapat diolah pula menjadi produk turunan lain seperti coco fiber, coco peat, coco board, coco bed, furnitur dan akustik serta bahan bangunan lainnya.

Pada pameran ini, para pengunjung cukup antusias memperhatikan mobil Esemka  tipe pick up dengan nama Bima. Kendaraan produksi PT SMK ini telah melakukan kerja sama dengan 30 industri komponen lokal. Pada tahun pertama, PT SMK menargetkan produksi sebanyak 3.500 unit pick up Bima. Pabrik yang beroperasi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ini akan menyerap tenaga kerja lokal hingga 300 orang. (E-002)***