Mengintip Keunggulan Aplikasi Qasir.Id

105

USAHA rintisan atau start up yang menyediakan Layanan dan aplikasi kasir mikro asal Indonesia semakin banyak bermunculan. Salah satunya adalah start up Qasir.id yang telah didirikan sejak April 2015.

Kemajuan teknologi membuat sektor bisnis harus beradaptasi agar tidak ketinggalan. Begitu juga dengan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) yang masih menggunakan sistem keuangan secara konvensional seperti penghitungan kas keluar dan masuk, total penjualan, dan lain sebagainya.

Melihat hal tersebut, Qasir.id hadir untuk memberikan solusi mudah bagi UMKM yang ingin menggunakan sistem aplikasi secara online dan mudah.

Layanan Qasir merupakan aplikasi kasir point of sale (POS) yang bisa membantu pedagang atau UMKM mencatat penjualan, mengelola produk, mengawasi stok, dan memantau laporan transaksi.

Chief Executive Officer (CEO) Qasir Michael Williem menjelaskan hingga saat ini aplikasi Qasir telah di download sebanyak 100.000 kali oleh penggunanya. Uniknya, Qasir ini dapat digunakan oleh siapa saja hanya dengan mendownload aplikasi secara free bagi pengguna IOS dan Android.

Tidak ada pungutan biaya apapun bagi para penggunanya.

Saat ini Qasir baru saja mengeluarkan fitur barunya yakni Qasir Mikro yang layanannya berfokus pada fasilitas belanja grosir untuk kebutuhan usaha dan pencatatan transaksi sederhana. Selain itu, layanan ini juga menjembatani pengguna dengan agen atau supplier, agar ekosistem usaha tetap terpelihara.

“Kami menyebut pengguna aplikasi Qasir dan Mitra Qasir sebagai “pedagang”. Pedagang yang dimaksud adalah pengusaha warung atau toko kelontong yang menggunakan aplikasi Qasir Mikro secara aktif untuk memesan barang, yang pada umumnya adalah pelaku UKM,” Jelas Michael.

Sedangkan bagi mitra pedagang yang tengah bergabung dan menggunakan Qasir mikro sudah berjumlah 7.000 merchant di Indonesia.

Michael menjelaskan, penggunaan layanan ini cukup mudah yakni pengguna hanya perlu melakukan registrasi lewat website www.qasir.id dengan memasukkan data toko, memasukkan data produk yang dimiliki, lalu sudah bisa mulai jualan dan menggunakan semua fitur pencatatan usaha secara gratis.

Selain itu, pengguna juga bisa menikmati fasilitas digital payment dan pembiayaan usaha yang disalurkan oleh fintech yang sudah bekerjasama dengan Qasir.

Meskipun layanannya tidak dipungut biaya, ia mengatakan sumber pemasukan bagi start up itu melalui penjualan alat atau perangkat seperti cash drawer, alat kasir, kertas roll kasir, dan live training yang bisa di beli melalui Tokopedia dan Bukalapak. Kisaran harga mulai dari Rp 3,5 juta sampai Rp 6 juta untuk mendapatkan paket lengkap layanan kasir.

“Selain itu kita juga kenakan MDR digital payment dari jumlah transaksi merchant sekitar 1,6 – 2,2%,” Tambahnya.

Dengan perkembangan yang semakin pesat dengan kehadiran layanan Qasir ini, Michael tak hanya bekerja sama dengan para agen grosir atau kelontong saja melainkan merambah hingga ke industri hulu seperti nelayan dan petani yang bisa memudahkan mereka mendistribusikan penjualan laut dan hasil tani.

Adapun di tahun 2020 ia menargetkan bisa menjaring lebih banyak mitra merchant yakni sebanyak 300ribu yang menggunakan aplikasi Qasir. (C-003/KNTN)***