Gerakan Umat Lintas Iman Tuntut RUU PKS Disahkan

8

Puluhan orang yang umumnya merupakan kaum perempuan, mendatangi gedung sate dan DPRD Jabar, pagi tadi. Massa yang mengatasnamakan diri mereka gerakan umat lintas iman sejawa barat tersebut, menuntut rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual atau RUU PKS, segera disahkan.

Berawal dari depan gedung sate bandung, puluhan orang yang umumnya merupakan kaum perempuan ini, berunjuk rasa menuntut rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual atau ruu pks disahkan. Tuntutan mereka tersebut ditunjukkan dengan berbagai cara, diantaranya melalui tulisan-tulisan yang mereka bawa, maupun orasi yang diserukan.

Usai berorasi, para pengunjuk rasa pun bergerak menuju gedung DPRD Jabar.

Menurut pengunjuk rasa, hasil survei pengalaman hidup perempuan dan perlindungan anak bersama BPS Tahun 2016, 33 koma 4 persen perempuan indonesia yang berusia 15 hingga 64 tahun mengalami kekerasan, dan kekerasan seksual menempati posisi tertinggi, yaitu 24 koma 2 persen. Bahkan, pada tahun 2019, lembaga perlindungan saksi dan korban juga menilai, saat ini indonesia sudah dalam kondisi darurat kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Karena itu, rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual atau RUU PKS harus segera disahkan. Pengunjuk rasa pun menuntut DPRD Jabar ikut mendukung pengesahan RUU PKS.

Menurut Ira, RUU PKS lahir berdasarkan pengalaman pendampingan korban kekerasan seksual dan korban yang sulit mengakses terutama keadilan dalam hukum. Namun, RUU PKS sempat mengalami penundaan pembahasan sejak 2016. Selain menuntut pengesahan RUU PKS, massa pun meminta DPRD Jabar membuat raperda terkait penghapusan kekerasan seksual.

Budi Hartati, Bandung Tv.