RKUHP Ancam Kebiri Kebebasan Pers, IJTI Dan Pwi Angkat Bicara

6

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia pengurus daerah Jawa Barat, dan ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Barat, angkat bicara soal rancangan kitab undang-undang hukum pidana. Pasalnya, RKUHP tersebut mengancam kebebasan pers di Indonesia, setidaknya ada 10 pasal, yang berpotensi melemahkan kinerja jurnalistik.

Selain undang-undang KPK, ternyata rancangan kitab undang-undang hukum pidana yang digodok DPR pun, berpotensi mengkebiri kinerja jurnalistik di tanah air. Setidaknya ada 10 pasal, yang berpotensi mengancam kebebasan pers.

Diantara pasal-pasal itu adalah, Pasal 219 tentang penghinaan terhadap Presiden atau Wakil Presiden, Pasal 241 tentang penghinaan terhadap pemerintah, Pasal 247 tentang hasutan melawan penguasa, Pasal 262 tentang penyebaran berita bohong, Pasal 263 tentang berita tidak pasti, Pasal 281 tentang penghinaan terhadap pengadilan, Pasal 305 tentangg penghinaan terhadap agama, Pasal 440 tentang pencemaran nama baik, Pasal 444 tentang pencemaran orang mati. Pasal-pasal tersebut, dianggap berpotensi mengancam jurnalistik dalam melakukan tugasnya. Ikhwan saba selaku ketua IJTI Jawa Barat mengatakan, RKUHP tersebut berpotensi mengebiri kebebasan pers. Tidak seharusnya DPR merumuskan Pasal karet, yg akan menjerumuskan profesi pers dalam ranah KUHP, Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang pers sudah sangat jelas, sengketa pers ada ranah yg mengatur yaitu dewan pers.

Hal senada diungkapkan ketua PWI Jawa Barat Hilman Hidayat. Bahkan pihaknya sangat mengutuk keras, adanya aksi kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah oknum aparat penegak hukum kepada beberapa jurnalis, saat melakukan peliputan maupun saat melakukan unjuk rasa. Hal tersebut, seharusnya tidak terjadi karena jurnalis sebagai profrsi yang dilindungi oleh undang-undang.

Penolakan tersebut sesuai dengan keputusan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia , pwi dan aji . Ketiga organisasi tersebut dengan tegas menolak rancangan kitab undang-undang hukum pidana tersebut.

 

Rezytia Prasaja,Bandung Tv.