Jurnalis Tolak RUU KUHP Dan Kecam Kekerasan Terhadap Pers

6

Maraknya Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan,Membuat Puluhan Insan Pers Yang Tergabung Dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Atau IJTI Sangkuriang Berserta Wartawan Media Cetak,Radio Dan   Online,Melakukan Aksi Solidaritas ,Di Depan Kantor DPRD Kota Cimahi,Kamis Siang.Aksi Tersebut,Ditujukan Juga Untuk Menolak Rancangan UndangUndang KUHP Tentang Kebebasan Pers.

Aksi Kekerasan Terhadap Insan Pers,Kembali Terjadi.Kali Ini,Sejumlah Wartawan Yang Sedang Meliput Demontrasi Mahasiswa Di Makasar,Diintimidasi Oleh Oknum Penegak Hukum,Hingga Kepalanya Mengalami Luka.

Sebagai Bentuk Keprihatinan,Puluhan Wartawan Yang Tergabung Dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Atau IJTI Sangkuriang,Bersama Sejumlah Awak Media Cetak,Radio Dan Dan Online,Menggelar Aksi Solidaritas Di Kantor DPRD Kota Cimahi,Kamis Siang.

Sambil Membentangkan Spanduk Tuntutan,Puluhan Jurnalis Ini Berorasi Menuntut Penegak Hukum Untuk Tidak Melakukan Kekerasan Terhadap Para Jurnalis,Yang Sedang Melakukan Peliputan.Tak Hanya Itu,Aksi Ini Juga Dilakukan Untuk Menolak Keras Rancangan KUHP Tentang Kebebasan Pers,Yang Dinilai Sangat Merugikan Media.

Tidak Hanya Berorasi,Para Wartawan Puin Menutup Mulut Dengan Mengunakan Lakban,Sebagai Sindiran Atau Simbol Matinya Rasa Anggota Legislatif.

Jurnalis Pun Menggelar Aksi Balut Televisi Dengan Koran Dan Lakban,Sebagai Simbol Matinya Kebebasan Pers Oleh Angota Dewan.

Algi Muhamad Gifari, Bandung TV