Seribu  Desa di Jabar Masih Blankspot

25

BISNIS BANDUNG – Salah satu upaya mengembangkan potensi masyarakat desa adalah memangkas titik blankspot. Hingga saat  ini  di Provinsi  Jawa-Barat tercatat seribu perdesaan yang sulit  mendapatkan sinyai  wifi  atau blankspot.

Berbicara kepada wartawan  di acara Jabar Punya Informasi (Japri)  di Gedung Sate Kota Bandung, Kamis (25/9/2019), Wardana selaku Kepala Bidang Pembangunan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa-Barat menyebutkan wilayah blankspot sebagian besar di daerah  selatan  Jabar karena merupakan  kawasan pergunungan.

Pemprov Jabar berkomitmen, katanya agar  seluruh titik blankspot tersebut bisa dihilangkan. Sumber pendananya, bisa berkolaborasi dengan kementerian komunikasi dan informasi dan kementerian desa pembangunan daerah tertinggal.

“Pa Gubernur Jabar  sih menjanjikan siap. Cuma yang terpasang itu baru kurang lebih 300 desa,” jelas Wardana.

Adapun jumlah desa   di Jabar adalah 5.312 desa. Sedangkan untuk 700 desa blankspot lainnya, anggarannya sedang digodok. “Sisanya sedang digodok. Mudah-mudahan di APBN Perubahan ini ada, sehingga tahun ini bisa terpasang semua,” katanya.

Pemprov Jabar melakukan upaya kejar tayang pangkas titik blankspot, karena wifi saat ini sudah menjadi kebutuhan. Bila masih ada desa yang sulit mendapatkan sinyal, maka upaya pemberdayaan masyarakat desa akan terhambat.

“Kalau wifi belum terpasang di desa, maka aktivitas bisa tersendat. Makanya pak Gubernur ingin lebih intens  mengupayakannya,” ucapnya.

 “Kalau belum terpasang, agak sedikit harus mencari sinyal, jadi ada program wisata mencari sinyal tentunya. Berburu sinyal ya, ada di Kuningan, ya. Ada satu even berburu sinyal. Mudah-mudahan tahun ini semua sinyal wifi bisa terpasang,” harapnya.

Sementara, Sekdis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Wahyudin mengatakan upaya memangkas titik blankspot, dilakukan karena terkait dengan program desa digital.

“Bila seluruh titik blankspot bisa diatasi, maka upaya desa digital juga bisa cepat terwujud,” katanya.

Bila titik blankspot itu masih ada, maka upaya masyarakat untuk mendapatkan pelayanan lebih mudah, akan sulit terwujud.

“Dengan telah terdigitalisasinya seluruh desa di Jabar, maka pelayanan kepada warga bisa lebih mudah,” tuturnya. (B-002)***