Warga “Garsel” Jangan  Cuma Jadi Penonton

41

BISNIS BANDUNG – Sudah saatnya  masyarakat Garut Selatan (Garsel) menyiapkan sumberdaya insani yang mumpuni jelang pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) agar nantinya  tidak hanya menjadi penonton  melihat kepiawaian orang lain. Oleh sebab itulah warga Garsel harus disiapkan menjadi pemain bisnis yang  handal sesuai zamannya.

“Tinggal menghitung hari tenatng pembentukan DOB  Kabupaten Garut Selatan,  kapan berakhirnya moratorium oleh pemerintah  tersebut. Mari  warga Garsel   kita  bangkit dan bersemangat mengisi dinamika baru yang tentunya  akan banyak menarik investor yang datang  dari mana-mana,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jabar, M Ade Afriandi pada acara penutupan  Pelatihan Peningkatan Keterampilan bertajuk Kerja Mandiri SDM Bidang Pariwisata, di Desa Mancagahar,  Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Ahad 29 September 2019.

Pelatihan tersebut berlangsung  dari 25 hingga 29 September 2019 melalui program  Hiring Hall Desa (Hade) diikuti 40 orang peserta dari dua desa yaitu Mancagahar dan Mandala Kasih. Materi dalam pelatihan  berupa  Home Stay dan Cafe.  Home stay (penginapan) sebagai penunjang kepariwisataan, dan cafe disiapkan menjadi dasa tarik wisatawan.

Untuk itulah, menurut Ade Afriandi menjelang pengesahan DOB, perlu SDM yang  diandalkan sejak dini, sehingga masyarakat mampu berkompetisi dengan baik  atas terjadinya pergeseran ekonomi  di perdesaan.

Daerah Garut Selatan, katanya  memiliki distenasi kepariwisataan yang pontensial untuk dikembangkan, khususnya  di sepanjang pesisir Pameungpeuk yang sangat indah dan sangat alami.

Salah satunya di Pantai Sayang Heulang sudah terdapat beberapa unit penginapan yang dibangun  masyarakat  (Home Stay).  Ini tentunya merupakan langkah awal yang baik untuk terus dibenahai, khususnya infrastruktur  jalan ke pantai dan fasilitas pendukung lainnya guna mengembangkan potensi masyarakat dalam memajukan wisata pantai.

Mereka yang telah mengikuti pelatihan Home Stay, diharapkan dapat memberikan pelayanan yang prima bagi wisatawan yang datang saat menginap di rumah rumah. Begitu juga dengan pelatihan Cafe, mereka nantinya dapat menyajikan  makanan dan minuman  dengan rasa yang khas. Diharapkan mereka yang dilatih menjadi pemngusaha cafe dan pengelola penginapanyang mengesankan.

“Saya  optimis bila DOB Garsel terbentuk,   Pantai  Sayang Heulang  bakal ramai oleh kunjungan wisatawan. Meski tidak terlalu berharap banyak dikunjungi oleh turis asing, karena yang lokal  juga  masih banyak,” ucapnya.

Kepala Disnakertrans Jabar  berharap, setelah mengikuti pelatihan tersebut, mereka dapat memberikan pelayanan prima kepada wisatawan yang berkunjung ke kedua desa itu. Di sana ada destinasi wisata pantai laut selatan, yakni Pantai Sayang Heulang. (B-002)***