Nomor Induk Koperasi Diberikan Pada Koperasi Berkualitas

8
Nomor Induk Koperasi

BISNIS BANDUNG— Sekretaris Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM , Ahmad Zabadi, SH, MM mengemukakan, pemberian Nomor Induk Koperasi (NIK) melalui aplikasi online data system untuk mendapatkan basis data koperasi yang berkualitas, lengkap dan akurat.

Hal itu dijelaskan Ahmad Zabadi  terkait penerbitan NIK dilakukan melalui aplikasi Online Data System (ODS) untuk memenuhi kebutuhan Kementerian dan pemangku kepentingan , selain mensinergikan kegiatan pengumpulan data koperasi oleh seluruh unit/satuan kerja pada Kementerian serta SKPD yang terintegrasi dalam suatu sistem pendataan agar lebih tertib, efektif dan efisien. Sebagaiamana tertera pada Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 10 Tahun 2016.

NIK merupakan kombinasi angka unik perpaduan antara kode provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa serta nomor urut koperasi sebagai identitas  bahwa koperasi pernah tercatat sebagai koperasi aktif pada ODS Koperasi. NIK yang diberikan merupakan bukti bahwa koperasi masih aktif secara kelembagaan dan usaha  setelah dilakukan verifikasi melalui ODS Koperasi. “NIK sebagai format Nomor Badan Hukum Koperasi pada masing-masing daerah menjadi identitas yang  berlaku secara nasional,” ungkap Ahmad Zabadi, baru-baru ini di Bandung .

Dijelaskan Ahmad Zabidi ,  apabila koperasi telah memiliki Sertifikat NIK sebagai legalitas,  dapat digunakan untuk mendapatkan rekomendasi atas usulan program-program pemerintah dan daerah sesuai dengan klasifikasi dan peringkat koperasi,  permohonan kredit perbankan dan lembaga non bank , permohonan penjaminan kredit , permohonan ijin.usaha baru,  permohonan keikutsertaan dalam pameran dan prornosi dagang dan lainnya.

Saat ini ini jumlah Koperasi yang tercatat di database ODS Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM sebanyak 212.182 unit, dari jumlah tersebut sebanyak 126.343 unit masuk kategori Koperasi Aktif, sisanya sudah ada yang dibubarkan serta masih dalam tahap kurasi data. Sementara Jumlah Koperasi yang sudah memiliki sertifikat NIK sebanyak 135.171 unit . Secara garis besar sektor usaha koperasi dibagi menjadi 2 (dua) , yaitu sektor riil dan sektor keuangan, sektor riil yang terdiri dari jenis koperasi produsen, pemasaran, konsumen dan jasa sebanyak 85,36% serta sektor keuangan atau jenis koperasi simpan pinjam sebanyak 14,64%.

Sebaran jumlah koperasi mayoritas berada di Pulau Jawa, sebanyak 45,71% dari jumlah koperasi nasional berada di Pulau Jawa dengan jumlah koperasi terbanyak berada di Provinsi Jawa Timur sebanyak 24.024 unit. Sedangkan untuk capaian sertifikat NIK, secara persentase capaian terbanyak terdapat di wilayah D.I. Yogyakarta sebanyak 74,58% dari total 1.676 unit koperasi aktif sudah bersertifikat NIK, namun secara jumlah, provinsi dengan jumlah koperasi bersertifikat NIK terbanyak berada di Provinsi Jawa Timur sebanyak 11.909 (54.65%) .

Menurut Ahmad Zabadi, SH, MM,  koperasi yang mengajukan Sertifikat NIK pergerakannya  positif, bertambah setiap harinya, ini dikarenakan Koperasi sudah mulai paham tentang pentingnya memiliki Sertifikat NIK yang bisa didapat secara gratis , hanya dengan melaporkan hasil Rapat Anggota Tahunan saja.

Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan pada tahun 2019 ini seluruh koperasi aktif harus melaksanakan RAT.

Disebut Ahmad Zabadi , program NIK yang sudah berlangsung selama tiga tahun lebih,  sejauh  berjalan  baik dengan dukungan dan sinergi dari semua pihak terutama dari Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM tingkat kabupaten/kota dan provinsi karena  respon pelaku koperasi terhadap NIK  sangat tergantung kepada peran pembina dan pendamping koperasi , dalam hal ini dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di masing-masing daerah. “Bagaimana teman-teman di lapangan memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang manfaat dan pentingnya NIK . Apabila pelaku koperasi sudah paham mengenai hal itu, tentunya mereka akan merespon positif mengenai kepemilikan NIK , karena untuk medapatkannya tidak perlu biaya dan mekanismenya pun relatif mudah”, pungkas Ahmad Zabidi. (E-018)***