Paragliding World Championship 2019 Dongkrak Pariwisata Sumedang

15
Paragliding World Championship 2019 Dongkrak Pariwisata Sumedang

BISNIS BANDUNG –  Sebagai upaya publikasi dan promosi, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Kamis pekan lalu secara simbolis meluncurkan  event West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019 Sumedang di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir pada acara launching tersebut mengatakan, kejuaraan Paralayang yang akan digelar tanggal 22 s d 28 Oktober mendatang merupakan salah satu upaya guna menjadikan Sumedang sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Event ini diselenggarakan dalam rangka akselerasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Jatigede serta untuk membetot perhatian dunia dan mengkonsolidaskan segenap potensi pariwisata Sumedang,” ujarnya.

Berdasarkan beberapa fakta dan data,  tren perekonomian Indonesia maupun dunia saat ini menempatkan pariwisata sebagai sektor primadona dengan tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi.

“Salah satu program terobosan di bidang ekonomi adalah menjadikan pariwisata sebagai core business Kabupaten Sumedang. Mengingat Sumedang sendiri memiliki potensi pariwisata yang dahsyat baik wisata alam, wisata budaya maupun wisata buatan,” terangnya.

Atas dasar hal tersebut, lanjut Bupati, dirinya mendorong semua pimpinan SKPD di Kabupaten Sumedang berperan menjadi Kepala Dinas Pariwisata dalam perspektif bidangnya, semua kantor SKPD jadi Dinas Pariwisata dalam dimensi sektornya, semua masyarakat jadi pemandu wisata dan semua tempat di Sumedang menjadi destinasi wisata.

Paragliding World Championship 2019  Dongkrak Pariwisata Sumedang

“Untuk itu, dalam melakukan lompatan kuantum pariwisata, Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan Indonesia Tourism Development Cooperation (ITDC), saat ini tengah mengusulkan Kawasan KEK Pariwisata Jatigede, dengan harapan nantinya mampu menjadi pemantik lompatan pariwisata, melalui kapitalisasi investasi dan pertumbuhan perekonomian daerah,” papar Bupati.

Ada 160 pilot (Paralayang) kelas dunia dari 23 negara akan berkompetisi di Sumedang, baik untuk Cross Country Class, maupun Accuracy Class. “Bahkan untuk menyemarakan,  pertama kalinya di Indonesia kami akan menyelenggarakan Terbang Gembira (Fun Fly atau Festifly) yang akan diikuti oleh 160 pilot tersebut.

Pada event tersebut, menurut Bupati, akan diisi dengan Festival Seni Budaya Sumedang seperti Kuda Renggong, Tari Kolosal Umbul, festival kuliner, serta seni pertunjukan lainnya yang atraktif. “Selain atraksi, faktor amenitas dan aksesibilitas juga tengah kami pacu. Berbagai sarana dan prasarana akomodasi pariwisata kami bangun, termasuk ruas jalan menuju destinasi wisata,” ungkap Bupti.

Dengan dukungan dari seluruh pihak seperti dari Menteri Pariwisata, Menteri Pemuda dan Olah Raga, Gubernur Jawa Barat serta FASI Paralayang, Bupati optimis event kejuaraan Paralayang paling akbar di dunia  dapat terselenggara dengan baik.
“Kejuaraan Paralayang bertaraf internasional ini merupakan bentuk keseriusan kami untuk mengeksplor potensi yang dimiliki Sumedang. Dengan didukung semua pihak insyaallah dalam dua tahun ke depan, Sumedang akan menggeliat menjadi salah satu kekuatan baru di jagat pariwisata Indonesia maupun dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya menyampaikan ucapan selamat kepada Kabupaten Sumedang yang menjadi tuan rumah kegiatan Paralayang,a saat ini kejuaraan olah raga Paralayang telah menjadi ‘trending topic’ nasional.

“Memang apabila daerah Kabupaten Sumedang hanya sekedar mengedepankan budaya, saya rasa itu akan terasa berat,  bahkan hanya untuk sekedar bisa menjadi juara di Jawa Barat. Namun melalui event Paragliding, ini diharapkan akan menjadikan Sumedang menjadi juara di tingkat nasional,” papar Menpar.

Pada kesempatan tersebut, Menpar turut mengapresiasi Bupati Sumedang yang telah menjadikan pariwisata sebagai ‘core business’ yang diusung untuk memajukan ekonomi Sumedang. “Selain akan mengundang devisa untuk negara, rata-rata pariwisata itu akan meningkatkan PAD,” ucapnya.

Menpar juga beramanat kepada para Kepala Daerah, apabila menyelenggarakan event,i untuk bisa memberikan porsi lebih besar pada aspek promosi event. “Kesalahan terbesar daerah, bila ada event seperti ini yaitu anggarannya dihabiskan untuk acaranya. Padahal, pariwisata itu besarnya di promosi, jadi perbandingannya yakni 50 – 60 persen di promosi (pre event) dan sisanya pada saat event berlangsung,” ujar Menpar.

Dikatakan Menteri, penghasilan langsung saat kegiatan (direct impact) sebenarnya sangat jauh dibandingkan dengan penghasilan yang didapat melalui tayangan media. “Kalau (penghasilan) dari penjualan tiket (pendaftaran) hanya sekitar 10 -20 % dari pengeluaran. Tetapi kita bisa dapat dari TV Broadcasting sampai 60 %. Juga dari iklan di lapangan berupa jersey atau cinderamata kita bisa dapat 20-30 %,” terangnya.

Menpar juga menyetujui langkah Pemkab Sumedang merintis KEK Pariwisata Jatigede dan mendo’akan pada tahun 2020 menjadi KEK pertama di Jawa Barat. “Dengan adanya KEK ini akan banyak keuntungannya. Pertama, akan memangkas proses birokrasi yang lama dan berbelit khususnya dalam proses perizinan. Kedua, nantinya yang pertama maju bukan KEK-nya, justru masyarakat sekitar KEK,”ungkap Menteri. (E-010) ***