Goa Selarong Markas Perlawanan Pangeran Diponegoro dan Bangsawan

743
Goa Selarong Markas Perlawanan Pangeran Diponegoro dan Bangsawan

Goa Selarong di Kabupaten Bantul, tepatnya di Dusun Kembangputihan, Pajangan, Bantul, Jogja. Untuk menuju Goa Selarong para pelancong bisa menggunakan kendaraan pribadi / carteran karena tidak ada angkutan umum yang melintasi obyek wisata sejarah ini.

Berbicara mengenai tempat ini tidak bisa dipisahkan dengan perjuangan Pangeran Diponegoro dalam mengusir penjajah. Pada tanggal 21 Juli 1825, pasukan Belanda pimpinan asisten Residen Chevallier mengepung rumah Pangeran Diponegoro di Tegalrejo untuk menangkapnya. Tetapi Pangeran Diponegoro berhasil meloloskan diri dan menuju ke Selarong.

Di tempat tersebut secara diam-diam telah dipersiapkan tempat untuk dijadikan markas besar. Selarong sendiri merupakan desa strategis yang terletak di kaki bukit kapur, berjarak sekitar  9 km dari Kota Yogyakarta. Setelah peristiwa di Tegalrejo terdengar pihak Kraton, banyak kaum bangsawan yang meninggalkan istana dan bergabung dengan Pangeran Diponegoro.

Mereka adalah anak cucu dari Sultan Hamengkubuwono I, II dan III yang berjumlah tidak kurang dari 77 orang , ditambah para pengikutnya. Dengan demikian pada akhir Juli 1825 di Selarong  berkumpul para  bangsawan yang  menjadi panglima dalam pasukan Pangeran Diponegoro. Mereka adalah Pangeran Mangkubumi, Pangeran Adinegoro, Pangeran Panular, Adiwinoto Suryodipuro, Blitar, Kyai Mojo, Pangeran Ronggo, Ngabei Mangunharjo dan Pangeran Surenglogo. Pangeran Diponegoro juga memerintahkan Joyomenggolo, Bahuyudo dan Honggowikromo untuk memobilisasi penduduk desa sekitar Selarong dan bersiap melakukan perang. Di tempat ini  disusun strategi dan langkah-langkah untuk memastikan sasaran yang akan diserang.

Dengan besarnya nilai sejarah yang ada pada Gua Selarong tersebut, menjadikan lokasi ini banyak dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan dan  hari libur. Selain  karena kondisi alamnya yang masih asri. Beberapa fasilitas pendukung telah dibangun di sekitar maupun di dalam goa dengan tetap mempertahankan keaslian dari peninggalan sejarah .Salah satunya adalah anak tangga yang dijadikan akses untuk menuju goa yang berada di atas bukit. Ada dua buah goa utama di kompleks Goa Selarong. Pertama dinamakan Goa Kakung yang dulu digunakan oleh Pangeran Diponegoro dan yang kedua Goa Putri yang digunakan oleh selir yang bernama Raden Ayu Retnaningsih. Goa tersebut sebenarnya adalah cekungan yang berada pada tebing yang kemudian dipahat agar bisa jadi tempat tinggal. Di sisi kiri Goa Kakung terdapat air terjun dengan tebing berupa batu putih. Air terjun ini sering saat ini sering dijadikan tempat bermain .

Bersepeda atau hiking jalan kaki adalah paling sering dilakukan oleh anak-anak sekolah atau kelompok sepeda kampung menuju  ke Selarong. Selain goa, di Selarong juga dikenal karena buah jambu biji , jika  dibelah  akan terlihat bagian dalamnya yang merah merona. Buah jambu ini tidak besar, ukurannya kecil-kecil , dipercaya  jambu biji Selarong paling ampuh untuk mengembalikan kadar trombosit dalam tubuh yang merosot karena sakit demam berdarah . Di seputaran Goa Selarong ada banyak tujuan wisata lain ,  di antaranya  desa kerajinan Krebet, Curug Pulosari , ayam ingkung Pajangan, ayam goreng Mbah Cemplung dan mangut lele Mbah Warno. (E-001) ***