Jembatan Gantung 81 Desa Mekarsari Dibangun SVRI dan Kodam III Siliwangi

25

Belum meratanya aksebilitas warga masyarakat di beberapa kawasan Indonesia merupakan pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan untuk memudahkan mobilitas warga masyarakat dalam beraktivitas. Salah satu akses di antaranya adalah jembatan, karena banyak daerah pemukiman yang dipisahkan oleh bentang alam berupa sungai.

Berdasarkan hal tersebut Satgas Vertical Rescue Indonesia menggagas program seribu jembatan gantung untuk Indonesia. Program yang bertujuan membangun jembatan perintis untuk keperluan masyarakat , kini  sudah mencapai jumlah 81. Pembangungan jembatan ke 81 dilakukan di Desa Mekarsari Kecamatan Selaawi Garut.

Pembangunan jembatan ke 81 mendapat bantuan material dari Bakrie Amanah,sedangkan pengerjaannya dilakukan oleh Satgas Vertical Rescue Indonesia dibantu Kodam III Siliwangi melalui Kodim 0611 Garut.Pengerjaan jembatan dilakukan selama 7 hari,mulai dari pengerjaan pada hari pertama dilakukan bahu membahu antara Satgas Vertical Rescue Indonesia,anggota TNI serta warga masyarakat.Proses pengerjaan teknis dilakukan oleh Satgas vertical Rescue Indonesia,pengerjaan jembatan ini dilakukan  teknik bentangan sling baja yang diperkuat dengan tahanan berupa dead man.Teknik pengerjaan seperti ini lazim dilakukan pada lahan dengan kontur tebing – tebing sungai.Jembatan gantung ke 81 memiliki bentangan sepanjang 80 meter ,  tinggi dari permukaan air sungai sekitar 20 meter.

Proses pengerjaan selama 7 hari  dilakukan siang dan malam,mereka mengejar target penyelesaian jembatan secepat mungkin.Hal ini dilakukan karena masih ada  jembatan lain yang harus dibangun oleh Satgas Vertical Rescue Indonesia.Bentang sungai di kawasan pembangunan jembatan dinamakan Leuwi Lieur menurut warga masyarakat sejak masa kolonial Belanda telah menjadi titik penyebrangan warga masyarakat dari tiga kecamatan, Keacamatan  Selaawi, Kersamanah dan Malangbong. Selama ini masyarakat tiga kecamatan  melakukan penyebrangan menggunakan rakit,namun saat musim penghujan menjadi berbahaya karena arusnya yang kuat.Selain warga masyarakat yang mencari pakan ternak serta bercocok tanam dilahan pertanian,anak anak sekolah  kerap menyebrang di wilayah Leuwi Lieur tersebut.Dengan dibangunnya jembatan perintis ke 81 , kini warga masyarakat bisa menggnakan jembatan tersebut.Mereka tidak perlu khawatir lagi untuk menyebrang pada, karena sudah ada jembatan.

Menurut Komandan Satgas Vertical Rescue Indonesia Tedi Ixdiana,jembatan perintis ini penggunaanya hanya untuk 3 orang sekali menyebrang.Dengan perawatan rutin diprediksi jembatan akan kuat sebagai akses lalu lintas warga masyarakat selama 10 tahun.Setelah pengerjaan selama 7 hari pada akhirnya jembatan ke 81 diresmikan oleh Dandim 0611 Garut Letkol Inf. Erwin Agung Teguh Wiyono Andrianto,pada selasa 24 september 2019.Pada kesempatan tersebut hadir , selain Komandan satgas Vertical Rescue Indonesia Tedi Ixdiana, perwakilan dari Bakrie Amanah , warga masyarakat dan Muspida Kecamatan Selaawi.

Selain melakukan ekspedisi membangun jembatan gantung,Satgas Vertical Rescue Indonesia giat melakukan edukasi mengenai jembatan gantung. Edukasi disini ialah pemberian pengetahuan pada masyarakat tentang daya angkut beban jembatan gantung,pemeliharaan jembatan gantung serta faktor keselamatan dalam menggunakan jembatan gantung.Hal hal tersebut perlu diketahui masyarakat pengguna agar jembatan gantung bisa dimaksimalkan fungsinya. (E-001) ***