Kalibiru Sisa Pembalakan Liar Dihutankan Atas Kepedulian Masyarakat

23
Kalibiru Sisa Pembalakan Liar Dihutankan Atas Kepedulian Masyarakat

Mengenal Yogyakarta berarti bicara tentang pariwisata. Yogyakarta dan sekitarnya memang merupakan kota wisata yang  terkenal . Selain terkenal sebagai kota wisata budaya, Yogyakarta terus mengembangkan wilayahnya sebagai kota wisata. Saat ini sudah banyak objek wisata Yogyakarta dan sekitarnya yang sayang jika tidak dikunjungi .

 Salah satunya objek wisata alam Kalibiru. Pada tahun 1950-an, Kalibiru merupakan hutan lindung . Namun seiring berjalannya waktu, banyak pembalakan liar terjadi di Kalibiru. Sampai pada tahun 1997 Desa Wisata Kalibiru menjadi hutan yang tandus dan gersang. Oleh sebab itu warga sekitar kemudian berinisiatif mengelola Kalibiru untuk membuat hutan itu kembali hijau dan sejuk. Melalui Komunitas Lingkar, masyarakat sekitar mengubah Kalibiru yang tandus dan gersang menjadi hijau dan sejuk kembali.

Setelah lima tahun dikelola oleh masyarakat, jumlah dan pertumbuhan tanaman di Kalibiru tumbuh pesat. Di wilayah ini banyak ditemukan beberapa mata air. Sejak 14 Februari 2008 hutan ini secara resmi dikelola masyarakat selama 35 tahun dengan  Izin Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan.

Desa Wisata Kalibiru terbentang 450 meter diatas permukaan laut. Jika cuaca cerah, dari balik hutan Kalibiru kita dapat melempar pandangan sampai gunung Merapi, pantai selatan dan Waduk Sermo. Karena berada di perbukitan yang cukup tinggi, udara Kalibiru sejuk  tanpa polusi. Masyarakat  bahu-membahu mengelola hutan wisata Kalibiru dan berkomitmen untuk menjaga lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur bangunan di Kalibiru. Tak ada satu bangunan pun yang berbahan beton. Semuanya terbuat dari bahan-bahan alami seperti bambu atau kayu yang dirancang sesuai arsitektur Jawa kuno.Daya tarik utama kawasan ini ialah hamparan perbukitan yang bisa dilihat dari deck view, atau gardu pandangan yang berada di beberapa sudut lokasi strategis . Untuk menuju ke deck view  harus menapaki jalan setapak bertanjakan. Keindahan alam Kalibiru  Jogja hanya terlihat dari ketinggian di antara lereng-lereng bukit. Keindahan alam bakal mencapai puncaknya saat pagi hari atau sore hari, lantaran pesona sunrise dan sunset. Kelima spot gardu pandangan tersebut berbayar dan memiliki harga berbeda-beda. Misalnya, spot 1 dan spot panggung tarifnya Rp. 15.000,  spot 2 dan spot berbentuk love  Rp. 10.000.

Aktivitas menarik lainnya adalah berswafoto serta memacu adrenaline pada wahana permainan outbound berupai spider web, wooden bridge, sling dan flying fox yang berada pada ketinggian 6 sampai 7 meter dari atas permukaan tanah.Untuk mencoba berbagai wahana permainan outbound , cukup membayar Rp 35.000 . Biaya outbound tersebut sudah termasuk peminjaman berbagai peralatan, seperti helm dan peralatan pelindung keamanan lainnyua. Selain fasilitas spot foto dan wahana permainan, fasilitas umum pun tergolong lengkap , antara lain lahan parkir luas, camping ground, kios penjual makanan-minuman, pendopo, gazebo, MCK dan toilet . Sedangkan akomodasi penginapan berupa homestay atau pondok wisata ada enam yang bisa menampungi 10 hingga 15 orang. Di sekitar lokasi wisata terdapat warung-warung penjual makanan didesain sedemikian rupa, sehingga terlihat seperti kafe-kafe modern yang lokasinya tepat berada di depan pintu masuk atau di sekitar lahan parkir kendaraan. Kalau warung lesehan berada di setelah deck view bukit pertama dan tiap 50 meter dapat dengan mudah menemui penjaja makan-minuman, seperti penjual nasi soto, gudeg, lontong sayur, mi ayam dan lainnya.

Ada tiga rute yang dapat ditempuh menuju ke wisata Kalibiru Jogja,  dari Sermo, Maliboro dan Clreng. Sermo rute pertama merupakan  favorit wisatawan , melalui rute ini pengunjung  dapat menyaksikan pemandangan bendungan Sermo yang menawarkan keindahan alam memukau. Alternatif ke dua via Clreng, dijadikan opsi kedua lantaran rute perjalanan cukup mudah dan  lebih cepat, kondisi jalan di lalui tak seberat via Sermo. Jika dari Kota Jogja, ambil jalur melalui Sentolo, Pengasih, sesampai di simpang empat ambil ke arah kanan menuju ke Clreng , kemudian ke lokasi wisata. Jalur ketiga melewati wisata Malioboro Jogja, ambil jalur arah ke Purworejo hingga di terminal Wates. Selanjutnya dari terminal Wates, lihat petunjuk jalan  menuju ke waduk Sermo. (E-001) ***