PUSAKATA TERJERAT DI MEJA DCDC PENGADILAN MUSIK

8
PUSAKATA TERJERAT DI MEJA DCDC PENGADILAN MUSIK

Bagi sebagian pecinta musik Indie, sosok Mohammad Istiqamah Djamad atau akrab disapa Is ini merupakan seorang vokalis bersuara merdu dengan tatanan rambut yang khas. Sejalan dengan waktu Is memutuskan untuk menapaki karir solo dengan identitas baru bernama Pusakata. Setelah pada akhir tahun 2017 dia mengakhiri perjalanan bermusiknya bersama grup musik Payung Teduh yang telah melahirkan empat buah album (Payung Teduh, Dunia Batas, Live & Loud dan Ruang Tunggu) dengan sebuah lagu yang menjadi hits dimana-mana berjudul ”Akad”. 

Sementara itu, dalam rentang waktu sekitar satu tahun, dari tahun 2018 hingga tahun 2019, keinginan Is untuk melahirkan debut albumnya, akhirnya terealisasi pada akhir  Juli 2019  dengan sebuah single berjudul “Kita”. Perilisan ini diakui olehnya merupakan sebuah persembahan Is kepada para penikmat karyanya, dimana Is membuat debut albumnya tersebut dengan cinta, semangat dan hasrat akan musik. Oleh karena pertimbangan tersebut,  Pusakata akhirnya terjerat dalam satu program bedah karya yang disulap menjadi format DCDC pengadilan musik edisi ke-35 pada akhir Agustus 2019 lalu yang disupport penuh DjarumCoklatDotCom  di Kantin Nasion The Panas Dalam  dengan perangkat persidangan  dua Jaksa Penuntut, yaitu Budi Dalton dan Pidi Baiq.  Pembela  oleh Yoga (PHB) dan Ruly Cikapundung,  Hakim dipimpin Man Jasad,  jalannya persidangan diatur oleh Eddi Brokoli sebagai Panitera.

PUSAKATA TERJERAT DI MEJA DCDC PENGADILAN MUSIK

Uwie Fitriyani selaku Pihak penyelenggara dari ATAP Promotions menyebut , bahwa kehadiran Is dalam DCDC Pengadilan Musik Edisi ke-35  sebagai bentuk kepedulian DCDC dalam menghadirkan sosok-sosok musisi yang viral di Tanah Air.

“Jadi ini juga mengukuhkan bahwa DCDC Pengadilan Musik tidak hanya menghadirkan musik metal, tapi juga seluruh genre musik,” imbuhnya.

Hadirnya Pusakata, menurut Uwie, untuk mengobati kerinduan para Coklatfriends dan para netizen umumnya yang banyak meminta DCDC untuk menghadirkan sosok bersuara merdu ini.

Alhasil menjadi satu hal baru bagi Pusakata, dimana Is diminta mempertanggung jawabkan karyanya di hadapan banyak orang dan yang paling spesialnya, selain banyolan dari perangkat persidangan, terdapat segmen uji kompetensi yang harus dilakukan Is , yaitu  merangkaikan 3-5 kata yang sudah disiapkan oleh panitia maupun dari penonton untuk dirangkaikan kedalam syair lagu di waktu itu juga.

PUSAKATA TERJERAT DI MEJA DCDC PENGADILAN MUSIK

Selain sebuah pembuktian akan eksistensinya di ranah musik tanah air, ternyata perilisan aIbum Dua Buku ini juga merupakan kumpulan jurnal perjalanan Pusakata selama sekian tahun, dimana dirinya pulang ke kampung halamannya setelah berjibaku di ibukota dan berkeliling Indonesia. Pusakata sendiri menulis banyak cerita dan kegundahannya dalam fragmen-fragmen seputar cerita personal yang mungkin jadi terasa relate dengan pengalaman orang lain, atau siapapun yang menjadi pendengarnya.

Mohammad Istiqamah Djamad atau  Is sebagai vokalis Pusakata mengatakan,  nama Pusakata  di­berikan oleh anak pertamanya.

“Jadi pas putri saya berumur delapan tahun memberi nama pusa­kata, terus respon keluarga saat saya keluar dari payung teduh, senang karena bisa kumpul ber­sama keluarga,” katanya.

Dia menyebutkan, Pusakata itu me­miliki arti orang yang berpikir sebelum berkata.

“Jadi artinya itu orang yang men­ghargai kata, pusakata itu keluar dari anak saya dan itu jarang ter­jadi dan saya menghargainya,” tan­dasnya.

Renna sebagai salahsatu fans Pusakata sangat mendukung dengan keluar album buku dan single-single baru dari mas Is “Pokoknya kita sebagai fansnya, tetap dukung terus karir mas Is sampai kapan pun dan buat acara pengadilan music ini harus terus diadakan,” tambahnya. (E- 009) ***