20% PNS Di Jabar Tidak Mengerti Tugasnya

14

Berdasarkan survei Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dua puluh persen Pegawai Negeri Sipil atau PNS di Jabar belum mengerti tugas pokok dan fungsinya. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, akan memulai berbagai Reformasi Birokrasi, salah satunya setiap PNS harus mengisi aplikasi E-RK atau elektronik renumerasi kinerja setiap hari.

Sekretaris Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kemenpan RB, Didid Noordiatmoko menyatakan, berdasarkan evaluasi tahun lalu, 20 persen PNS di Jabar termasuk di Kabupaten Kotanya tidak bisa menjawab pertanyaan mengenai tugas pokok dan fungsi mereka. Menurut Didid, hal tersebut menjadi tanggung jawab atasan tiap PNS agar ada perbaikan secara masif. Menurutnya, Jabar termasuk yang lebih baik dibandingkan provinsi lainnya di indonesia. Tapi, perbaikan tetap harus dikerjakan dengan target menjadi di bawah sepuluh persen pada tahun ini.

Merespon hasil survei tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, salah satu perbaikan dilakukan dengan memulai aplikasi E-RK atau elektronik renumerasi kinerja yang harus diisi PNS setiap hari kerja.

Ridwan Kamil pun menambahkan, sejak dua tahun lalu, tidak ada lagi laporan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di provinsi maupun Kabupaten Kota di Jabar yang nilainya c. Hal tersebut menandakan belanja untuk pembangunan di Provinsi Jabar sudah sesuai dengan yang direncanakan.

Budi Hartati, Bandung Tv.