Buruh Tuntut Reformasi Upah Dan Solusi Dampak Citarum Harum

7

Ratusan buruh yang tergabung dalam aliansi buruh Jabar, berunjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung, siang tadi. Mereka mengajukan berbagai tuntutan, diantaranya reformasi upah minimum yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan buruh di Jabar, penolakan revisi UU 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, dampak Citarum Harum, penolakan pemindahan pabrik ke segitiga rebana, hingga penolakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Ratusan buruh yang menamakan diri mereka aliansi buruh Jabar, menggeruduk Gedung Sate Bandung, rabu siang. Melalui orasi hingga poster-poster yang mereka bawa, buruh menyatakan berbagai tuntutan. Salah satu tuntutan tersebut yaitu agar gubernur mereformasi upah minimum yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan buruh di jabar, hingga tidak menetapkan upah minimum provinsi, karena tumpang tindih dengan UMK.TT

Selain itu, buruh pun meminta pemerintah mencari solusi dampak program Citarum Harum, karena akan memunculkan perselisihan hubungan industrial antara pengusaha dengan tenaga kerja. rencana pemindahan setidaknya 250 perusahaan ke segitiga rebana pun dikritisi buruh.

Tidak hanya itu, dalam aksi unjuk rasa yang dijaga ketat aparat kepolisian tersebut, buruh pun menyatakan penolakan rencana pemerintah pusat merevisi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Menanggapi aksi buruh, kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi jabar, ade afriandi mengatakan, pihaknya sudah mewadahi aspirasi buruh melalui forum lks Tripartit, senin kemarin. Pihaknya pun tengah membahas solusi terkait penanganan limbah Citarum.

Terkait pemindahan pabrik ke segitiga rebana, ade pun menyatakan hal tersebut masih dalam pembahasan. Ade pun berharap aksi buruh kali ini berjalan kondusif agar aspirasi mereka pun dapat dengan mudah dicerna.

Budi Hartati, Bandung Tv.