Warga Neglawangi Dilatih Hard Skill

14

BISNIS BANDUNG– Pelatihan kerja mandiri melalui mobile training unit (MTU) bidang las listrik dan kuliner dilaksankan di Desa Neglawangi Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Pelatihan  berupa hard skill selama empat hari yang berakhir  Jum’at (4 Oktober 2019) itu diselenggarakan Disnakerkrans Jabar  diikuti 30 peserta dengan tenaga instruktur ahli yang  berpengalaman.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Jabar, Mochamad Ade Afriandi mengatakan sumberdaya manusia adalah kunci meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu MTU bidang listrik dan kuliner dinilai cocok  untuk dikembangkan  di desa-desa.

“Ini sejalan dengan misi one village one company (OVOC) dan one pesantren one product (OPOP),” katanya.

Desa Neglawangi dipilih menjadi lokasi pelatihan peningkatan keterampilan, mengingat desa penghasil teh dan kentang ini adalah desa yang tidak punya aset, seluruh lahan desa milik PTPN VIII Perkebunan Sedep.

“Untuk bisa mewujudkan Jabar Juara, sebagaimana visi dan misi Gubernur, SDM warga desa yang harus ditingkatkan agar bisa sejahtera, dan menjadi juara,” kata dia.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Mandiri Disnakertrans Jabar, Ujang Kusyadi mengatakan pelatihan kuliner dilaksanakan di desa Neglawangi adalah desa penghasil teh dan kentang.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan kentang yang dihasilkan petani, tidak hanya di jual mentah-mentah saja ke pasar, tetapi ada juga yang bisa diolah menjadi produk baru yang layak jual,” kata dia.

Terkait las listrik, kata Ujang Kusyadi, karena warga butuh butuh banyak warga desa banyak butuh modifikasi peralatan, seperti untuk alat angkutan di kendaraan, untuk handycraf seperti tempat menaruh galon, membuat pagar, dan sebagainya.

Ujang Kusyadi juga mengatakan, setelah mendapatkan pelatihan hard skill, milenial peserta didik nantinya juga akan diajarkan ilmu soft skill. “Sekarang ini hard skill nya, waktunya 4 hari, setelahnya juga akan diajarkan soft skill, seperti management administrasi, managemen pemasaran,” jelas dia.

Kepala Desa Neglawangi Yayan Sunadi mengatakan desa neglawangi merupakan desa perbatasan yang ada di sebelah timur kabupaten Bandung. Desa ini adalah pemekaran dari desa Santosa, diresmikan Juli 1984.

“Desa ini berada di tanah milik PTPN. Jadi desa tidak punya aset, semuanya hanya, hak guna bangun (HGB) saja. Begitupun halnya dengan balai desa, Sekolah, Puskesmas dan Masjid berada di atas lahan milik PTPN VIII,” ungkap dia. (B-002)***