Wirausaha di Indonesia Timur Tertinggi; Jawa Barat Sudah Tergarap

24

BISNIS BANDUNG — Pertumbuhan wirausaha tertinggi di Indonesia saat ini berada di wilayah Indonesia Timur, seperti Maluku , Papua,  Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan dan Sumatra. Sedangkan pertumbuhan wirausaha di Jawa paling kecil

Menurut Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bandung, Surya Batara Kartika, ST , kecilnya pertumbuhan wirausaha di Jabar mungkin karena potensi usaha di Jawa sudah banyak tergarap , sebaliknya potensi usaha di Indonesia Timur masih banyak  yang belum tergali.

Dikemukakan  Surya, faktor pendorong utama pertumbuhan wirausaha adalah  kesadaran setiap individu yang didorong secara alamiah. Wirausaha akan tumbuh seiring dengan waktu, selain karena dorongan penuh dari pemerintah. ”Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjadi entrepreneur juga sudah mulai terbangun, dan image seorang entrepreneur dimasa sekarang juga telah berubah menjadi suatu profesi yang cukup membanggakan. Manfaatnya jelas, sebagai sumber pendapatan negara melalui pajak, penciptaan lapangan tenaga kerja, dan peningkatan daya saing ekonomi Indonesia,” ungkap Surya.

Kini lanjut Surya  yang harus dibenahi pemerintah untuk jangka pendek, menengah, panjang untuk mendongkrak ertumbuhan wirausaha adalah pendampingan,menciptakan akses terhadap potensi pasar dan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dengan terus menjaga perusahaan tetap tumbuh, disamping menciptakan regenerasi usaha dan mempertahankan pengusaha di top level yang memiliki daya saing global.

Mengenai pesaing produk UKM/wirausaha dalam negeri, Surya menyebut , Cina karena mampu membuat produk dengan harga sangat rendah. Tapi dari sisi kualitas produk UKM lebih berkualitas.

Mengenai UKM di Kota Bandung,berdasar data Pemkot Bandung tahun 2016 saja sudah ada 90.000, mungkin pada tahun 2019 sudah mencapai 100.000. Secara proporsi/kuantitas jumlah ini sudah mencapai 5% dari jumlah penduduk, artinya sudah di atas rata-rata nasional. Namun, dari sisi kualitas harus terus ditingkatkan.

Menjawab pertanyaan apa yang harus dilakukan agar pelaku usaha mampu berdaya saing di pasar bebas? Dijelaskannya, salah satu kunci utama pengusaha adalah kejujuran dan berinovasi. Pelaku usaha harus terus  berinovasi untuk bisa bersaing dengan negara lain. Pelaku usaha harus bisa  menyampaikan kapasitas usahanya, jika sanggup hanya 100 katakan 100, karena pelaku usaha dari luar negeri sangat concern terhadap kejujuran dan tanggung jawab atas komitmen yang sudah disepakati, baik lisan, apalagi tertulis dalam kontrak. ”Kemudian , hal penting adalah mematenkan produk, karena Hak Kekayaan Intelektual di era persaingan pasar bebas sangat penting,”pungkas Surya mengingatkan. (E-018)***