Festival  Kopi Sumedang Mendorong Sektor Pertanian Penyumbang PDRB

13

BISNIS BANDUNG –  Berdasarkan hasil sensus pertanian tahun 2013, di Kabupaten Sumedang terdapat 134.394 rumah tangga pertanian ,  diperkuati data Sakernas tahun 2015 yang mengestimasi  sebanyak 30% angkatan kerja di Sumedang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian,perikanan dan kehutanan dana 70% lainnya tersebar di 16 sektor kategori lapangan pekerjaan. Sebab itu  berdasar data di Pemkab Sumedang,  jika sektor pertanian hingga saat ini masih menjadi penyumbang utama PDRB Kabupaten Sumedang, namun besarnya kontribusi sektor pertanian masih belum diimbangi dengan pertumbuhan yang tinggi, bahkan cenderung sangat lambat .

Berdasarkan hasil penelitian produk jenis usaha unggulan UMKM di  Jawa Barat pada tahun 2016,kopi priangan di tinjau dari prospek dan potensinya merupakan salah satu komoditas yang layak dipilih untuk pengembangan UMKM di Kabupaten Sumedang. Kopi priangan yang sudah terkenal luas ini dihasilkan dari Gunung Manglayang Timur Kabupaten Sumedang. KopiI Arabika Java Preanger (KAJP) yang dibudayakan di kawasan  Gunung Manglayang Timur  memiliki citarasa unggul, dibuktikan  dengan memperoleh  beberapa  penghargaan. Namun demikian, potensi kopi Sumedang di kawasan Gunung Tampomas, Gunung Cakrabuana, Gunung Lingga dan Gunung Kareumbi juga  menjadi perhatian untuk di kembangkan.

Dengan sejumlah keunggulan yang dimiliki dan konsumsi kopi yang semakin meningkat, kopi Sumedang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa masalah petani kopi yang perlu mendapat perhatian dari pemangku kepentingan atau pemerintah  agar usaha kopi yang menjadi komoditas unggulan Kabupaten Sumedang bisa bersaing.

Terkait itu Pemkab Sumedang  menggelar “Festival Kopi Jilid 2” yang diikutir 42 petani kopi dengan berbagai jenis kopi  di pamerkan dalam  festival kopi  ini. Bupati Sumedang, H.Dony Ahmad Munir,  mengapresiasi  gelaran  festival kopi  bertempat di area Gudang Kopi, Kel. Kota Kulon Kec.Sumedang Selatan ,  Senin 7 Oktober hingga Rabu 9 Oktober 2019.

Dikemukakan Bupati, acara fstival kop  selain untuk saling menukar informasi dan wawasan di antara sesama produsen dan penyeduh kopi,  sekaligus sebagai ajang mempertemukan konsumen dan para suplier.

“Kegiatan ini sangat positif dan selaras dengan visi Sumedang Simpat.  Dalam acara ini selain menapilkan kopi  unggulan dan terbaik yang ada di Sumedang, juga adanya saling bertemu antara penggemar kopi dengan produsen kopi, “ ujar Dony menegaskan, Senin sore (7/10/2019) di lingkungan Gudang Kopi.

Menurutnya, kegiatan seperti ini jangan hanya sebatas ceremonial dan pameran produk saja, tapi harus ada nilai tambah. Bahkan Festival Kopi Sumedang #2 ini, harus jadi pembeda dengan kegiatan kegiatan yang dilaksanakan di tempat lain.

Terlebih, sejumlah kopi terbaik yang dihasilkan petani di beberapa tempat di Kab. Sumedang sudah tidak asing bagi penikmat kopi dari luar daerah, bahkan manca negara. Hal itu karena Kopi Sumedang memiliki cita rasa yang khas yang tidak ditemukan di daerah lain.. “Sekarang , beberapa produk kopi yang dihasilkan petani Sumedang, sudah d iekspor ke beberapa negara.

Tentunya, ini potensi yang harus digarap dengan sungguh-sungguh,” ungkap Dony.
Lluas areal perkebunan kopi di wilayah Sumedang, mencapai 3.200 hektar , jika dikelola dengan baik akan menghasilkan produksi yang berlimpah.

Jenis jenis kopi yang sudah terkenal mulai dari kopi Arabica, Robusta hingga Liberica,  dipamerkan di festival kopini, para pengunjungpun bisa mencicipi sekaligus mencoba dan melihat proses penggilingan kopi dari awal (biji) sampai jadi kopi dan langsung bisa di minum sendiri.

Kegiatan festiaval kopi jilid 2 kali ini disambut baik oleh para produsen kopi dan  para penikmat kopi. Dalam festival ini berbagi  berbagai rasa kopi bisa di cicipi dengan gratis dan di jual dengan harga  murah.  Alat penggilingan kopipun bagi yang ingin memilikinya dan mencobanya dirumah tersedia dan dijual di tempat ini.

Seperti yang dikatakan Taufik Rismawan pengusaha kopi asal Sumedang , menyambut baik  digelarnya festival kopi Sumedang jilid 2,karena baginya acara seperti ini selain dapat mengangkat citra Sumedang di mata nasional dengan kopinya.

“Alhamdulullah sangat baik ya usaha pemerintah dalam memajukan perekonomian para petani dan pengusaha kopi, memiliki nilai nilai postif , para petani dan pengusaha kopi dipertemukan dengan para konsumen penggila kopi,  selain itu kami i juga bisa mendapatkan ilmu tentang tata cara dan prosen mengilah kopi agar mendapatkan hasil yang baik dan enak, “ujarnya.

Taufik dan rekan rekan pengusaha kopi  berharap, acara ini jangan hanya dilakukan ketika ada masalah dalam pertanian kopi saja, namun ia berharap acara ini dijadikan agenda tahunan atau mungkin bulanan .

Firman, salah seorang pengunjung di acara ini merasa gembira dan bangga dengan festival kopi , walau tempatnya kurang luas untuk menampung  pengunjung. “Sebagai orang Sumedang  merasa bangga , ternyata kopi asal Sumedang ini berkelas  banyak diminati konsumen dari  luar Sumedang. Untuk ke depan  acara seperti bisa diselenggarakan  lapangan , “tutur Firman berharap. (E-010)***