Memancing di Leuwi Lieur Sungai Cimanuk; Makan Ikan Bakar Hasil Tangkapan , Maknyus

49

Salah satu hobi yang banyak penggemarnya  saat ini dan tidak pernah sepi dari peminatnya adalah memancing. Para pehobi mancing tidak pernah surut mendatangi tempat menyalurkan hobinya ,seperti pemancing di kolam,sungai,laut dan danau.Menurut mereka tingkat kesulitan memancing di tiap pemancingan  berbeda karena beberapa faktor.Salah satu  tempat memancing favorit ialah sungai,karena para pemacing bisa mendapatkan sensasi mendapatkan ikan langsung di habitatnya.Di wilayah Jawa Barat cukup banyak sungai yang masih memiliki ikan cukup banyak untuk di pancing. Salah satunya Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut yang menjadi lokasi favorit pemancing.Sungai Cimanuk mengalir melintasi wilayah Garut,Sumedang hingga Indramayu. Di sepanjang alirannya dikenal sebagai salah satu tempat memancing paling bagus.

Petualangan Mandalawangi kali ini menyambangi kawasan Leuwi Lieur di Desa Mekarsari,Kecamatan Selaawi,Kabupaten Garut.Untuk mencapai lokasi dibutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan dari pusat Kota Bandung.Akses jalan cukup bagus, Limbangan kita memasuki kawasan wilayah Selaawi.  Sebelum perjalanan dekat Kantor Kecamatan Selaawi arahkan tujuani menuju Kampung Bojong.Dari  Bojong perjalanan menuju Leuwi Lieur harus ditempuh dengan jalan kaki kurang lebih selama satu jam. Di Leuwi Lieur cukup banyak spot spot untuk memancing.Leuwi ini memiliki kedalaman antara empat sampai  delapan meter,oleh karena itu masyarakat melarang berenang kepada siapapun yang datang kesini.

Para pemancing umumnya mengunjungi Leuwi Lieur di akhir pekan. Mereka biasanya sengaja bermalam di sepanjang Leuwi Lieur. Hal sama ,kamipun demikian dengan berbekal tenda serta logistik untuk dua har, kami  mencoba peruntungan memancing disini.Setelah mendirikan tenda, kami segera bersiap menyiapkan umpan bermacam – macam, baik yang sintetis maupun umpan berupa racikan dari berbagai jenis makanan.Petualangan memancing pun dimulai,dari beberapa pemancing yang kami temui,ternyata kebanyakan ikan  di Leuwi Lieur  berjenis predator , ikan endemik Sungai Cimanuk ,seperti di antaranya ikan berod , selain tawes, nilem dan ikan catfish.Sepanjang sore melempar umpan,umpan kail  pancingan kami belum ada yang berhasil disambar ikan.

Selepas magrib baru umpan pada kail kami di sambar ikan,beberapa tawes dan berod berhasil kami dapatkan.Sensasi umpan dimakan ikan, hingga ikan berhasil kami naikan adalah sesuatu yang selalu dicari cari oleh pemancing.Ketika malam makin merambat makin banyak pemancing yang datang.Selain pemancing kami melihat juga beberapa di antaranya membawa jala untuk menangkap ikan . Dengan jala tersebut ketika waktu merambat memasuki tengah malam,  kami melihat  banyak ikan yang terperangkap di jala  yang disebar.Hal ini membuktikan bahwa eksositem di kawasan Leuwi Lieur masih cukup bagus,terlihat dari cukup banyaknya ikan yang berhasil ditangkap oleh para pemacing maupun penjala pada malam hari.Petulangan memancing kami diakhiri dengan mengolah ikan hasil pancingan dengan cara di bakar dan dimasak dalam leumeung atau bilah bambu.Ikan ikan hasil olahan itu dinikmati dengan sambal tomat serta nasi liwet.Sensasi memakan nasi liwet dengan lauk hasil memancing, nikmatnya sulit dijelaskan  dengan kata kata. (E-001) ***