Diseminasi Gerakan Literasi Nasional 2019 di Kabupaten Garut.

14

Bertempat di salah satu hotel kawasan Cipanas Garut,Balai Bahasa Jawa Barat menggelar  kegiatan bertajuk Diseminasi Gerakan Literasi nasional tahun 2019.Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan materi mengenai  “kebijakan literasi kemendikbud”yang disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Umar Solikhan . Kemudian mengenai  “sastra di era digital” oleh Sarif Hidayat serta “menulis artikel di era digital”oleh Encon Rahman.Para peserta sebanyak 200 orang terdiri dari santri putra dan putri dari Pondok Pesantren Al-Halim Tarogong Kaler Garut serta para pelajar dan pemuda. Peserta terlihat antusias menerima setiap materi yang disampaikan  nara sumber  .

Pelaksanaan Gerakan Literasi Nasional  untuk putaran ke tiga dilaksanakan di  Garut . Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang dilaksanakan di beberapa daerah yang pesertanya rata-rata para guru dan penggiat literasi.Untuk di Kabupaten Garut , Balai Bahasa Jawa Barat bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Halim, sehingga pesertanya banyak santri setara dengan pelajar SMA atau SMK. Kegiatan  bertujuan a mensosialisasikan atau memasyarakatkan literasi dikalangan anak-anak pesantren karena pada dasarnya literasi itu adalah hak semua warga negara.

Ditemui di sela sela kegiatan Kepala Balai Bahasa Jawa Barat mengungkapkan, gerakan literasi merupakan upaya  mempersiapkan generasi emas 2045 dengan harapan seluruh generasi muda  paham dan mengerti tentang literasi dan mampu meningkatkan kemampuan literasinya , sehingga dapat meningkatkan daya saing bangsa Indonesia .Menurutnya, kegiatan diseminasi gerakan literasi nasional akan menyambangi beberapa kota serta kabupaten  di Jawa Barat dengan peserta berasal dari berbagai kalangan,bukan hanya pengajar serta penggiat literasi saja,namun akan menyasar juga kalangan pelajar sesuai dengan misi mencetak generasi emas di 2045.

Pemaparan materi dari para narasumber cukup menarik,terlihat dari antusias yang diperlihatkan para peserta .Setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab mengenai literasi.Bahkan pada sesi sastra di era digital para peserta diajak untuk membuat puisi , kemudian mereka melakukan analisis secara bersama dengan pemateri.Antusias para peserta sangat terlihat jelas,mereka tidak ragu untuk bertanya sekaligus menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh pemateri .Melalui kegiatan ini Balai Bahasa Jawa Barat optimis  generasi emas yang dicita citakan akan dapat terwujud di tahun 2045. (E_001) ***