Bus Gratis untuk ASN dan Wisatawan

11

PEMKOT Bandung menggagas menyediakan bus gratis bagi aparatur sipil negara (ASN) dan para wisatawan. Pemkot memiliki persediaan   bus yang cukup. Selain ada 11  bus sekolah yang selama ini terparkir, masih ada bus cadangan. Bus gratis atau shuttle itu ditempatkan di beberapa titik keberangakatan dan kedatangan. Ada bus yang masuk kampus bagi mahasiswa dan pelajar. Sedangkan bagi para wisatawan disediakan bus gratis menuju tempat wisata dan hotel. Para ASN dapat menggunakan shuttle dari titik-titik tertentu menuju kantor pemda dan pemkot.

Shuttle itu diadakan dengan tujuan mengurtangi jumlah kendaraan di jalan sehingga kemacetan dapat terkurangkan. Menurut rencana titik-titik pemberangkatan dan kedatangan itu berada di dekat stasiun kerata api. Para ASN, mahasiswa, pelajar, dan wisatawan yang turun dari kereta api dapat langsung masuk bus sesuai dengan rute dan jam keberangkatan.

Tentu saja gagasan penyediaan bus gratis atau shuttle itu patut mendapar apresiasi masyarakat. Namun diharapkan Pemkot Bandung, dalam hal ini Dinas Perhubungan, jauh-jauh hari harus melakukan studi kelayakan. Titik-titik keberangkatan dan kedatangan harus benar-benar berdasarkan penelitian yang saksama, termasuk rute. Jadwal keberangkatan dan kedatangan yang tidak tepat justru akan menghambat para mahasiswsa, ASN, dan perlajar sampai ke tempat tujuan. Mereka dikejar waktu. Telat sedikit saja, berakibat panjang.

Keberadaan  shuttle juga  harus ditunjang dengan tersedianya tempat parkir yang luas dan aman. Para penumpang yang mmenggunakan mobil atau motor dari rumahnya menuju titik pemberangkatan, dapat menempatkan kendaraannya dengan jaminan keamanan. Pemkot juga harus membuat perda atau perwal tentang keharusan ASN menggunakan shuttle. Pihak sekolah juga membuat aturan, semua siswa (S<MP/SMMA)   dilarang menggunakan mobil atau motor ke sekolah.

Sosialisasi juga harus dilakukan sebelum pelaksanaan. Masyarakat Kota Ban dung yang akan menggunakan shuttle harus sudah paham benar rurte, titik pemberangkatan/kedatangan. Sosialisasi dan promosi itu penting jangan sampai shuttle itu kelak bernasib seperti bus sekolah. Para pelajar di Bandung lebih banyak yang menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi daripada harus antre naik bus sekolah.

Khusus shuttle untuk para wisatawan, pemkot harus melakukan studi lebih mendalam lagi. Kita berpromosi agar wisatawan mau datang ke Bandung. Dengan demikian maka perekonomian Kota Bandung akan meningkat, termasuk pendapatan masyarakat. Seyogianya para turis itu mau membelanjakan dolarnya di Kota Bandung, termasuk untuk transportasi. Biarkanlah mereka menyewa mobil sewaan, angkot, atau bus kota. Dengan demikian warga kota termasuk para pengusaha transportasi umum, mendapat rejeki  dari kaum wisatawan. Orang atau lembaga yang mendapat keuntungan dari turisme itu bukan hanya pemerintah, pengusaha hotel, restoran, dan biro perjalanan saja, rakyat juga seyogianya dapatg ikut ,menikmatinya.

Pemkot sejak awal harus mempersiapkan SDM shuttle sebaik-baiknya. Mereka merupakan duta pariwisata yang baik, sopan, menjalankan kendaraannya dengan bak, sesuai aturan. Sekarang masih ada sopir bus metro (Damri) yang sering berhenti di mana saja, di luar shelter. Berhenti pada jalur kiri yang seharusnya disediakan hanya bagi kendaraan yang akan belok kiri.

Kapan shuttle itu mulai beroperasi? Sebaiknya pemkot bekerja sama dengan perguruan tinggi melakukan penelitian yang saksama. ***