Dede Komarudin, AT. Sekeluarga Menyukai Yoghurt.

17

Dede Komarudin, AT., lahir di Bandung pada tanggal 15 Oktober 1971.  Anak dari pasangan H. Adi Suita dan Hj. Iin Surtini ini, berprofesi sebagai wirausahawan untuk produk Daff Yoghurt, yang dipasarkan di sejumlah outlet kuliner di Jawa Barat.

Suami dari Farida Kulsum ini mengatakan, awalnya ia menekuni usaha yoghurt adalah karena keluarganya menyukai minum yoghurt.  Usaha ini pun berkaitan juga dengan pendidikan isterinya yang lulusan dari Fakultas Peternakan UNPAD.

Modal awalnya bersumber dari tabungan pribadi.  Dede Komarudin memproduksi yoghurt secara  otodidak, dan tempat produksinya berada di Jalan Sampora, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.  Dalam sebulan, usaha milik Dede mampu memproduksi sekitar 60.000 liter yoghurt. Bahan baku yang digunakannya adalah susu sapi lokal yang mudah didapat.

“Untuk menjalankan usahanya ini, saya mempekerjakan tiga orang tenaga kerja yang semuanya memiliki keahlian khusus”, ungkapnya kepada BB di Bandung.

Ayah dari Taskia Ayu Alifah (19) dan Daffa Kamaludin (15) ini mengutarakan, dalam sebulan produk yoghurtnya mampu terjual hingga 45.000 liter.  Segmen pasarnya berasal dari semua kalangan ekonomi dan semua strata umur.  Produk yoghurt milik Dede Komarudin dijual dalam kemasan 250 ml seharga Rp 15.000.

Pemasarannya berada di wilayah Jawa Barat dan Banten.  Outlet / resellernya adalah toko Kunafe di Jalan Banda, Toko Kunafe di Jalan Pasteur, Toko Kunafe di Jatos, Toko Kunafe Miko Mall, Makuta Jalan Van Deventer 6, Makuta Jalan Dago, Rumah Mode Jalan Setiabudhi, Hotel Grand Preanger dan Rest Area KM 125.

“Keunggulan produk ini jika dibandingkan dengan produk sejenis yang beredar di pasaran adalah, dari rasa vanilablue, leci dan strawberry nya, selain dari yoghurt yang berisi nata decoco.  Walau ada persaingan pasar, tapi semua itu memacu kita untuk semakin inspiratif agar bisa memenangkan persaingan,” ungkap Dede.

Penganut moto hidup “Jangan Mudah Menyerah” ini mengemukakan, selama delapan tahun menggeluti usaha yoghurt, ada banyak pengalaman yang diperoleh, yakni berupa pengalaman positif, yang mana bisa lebih banyak waktu bersama keluarga, dan bisa banyak mengkonsumsi yoghurt yang berguna bagi kesehatan.  Pengalaman negative hampir tidak ada.  Dede juga mengungkapkan, agar produknya tetap berdaya saing, ia berupaya untuk bisa memproduksi produk yoghurt yang inovatif.

Ditambahkan pula oleh Dede bahwa, produk yoghurtnya sudah memiliki hak paten, yang mana nama yoghurtnya berasal dari nama anaknya yaitu Daffa. Ciri khas produknya yoghurtnya adalah lebih kental.  Minat pasar  terhadap produk yoghurt nya juga sangat baik, terbukti dari tingginya permintaan.

Menurut Dede Komarudin, saat ini perhatian pemerintah maupun pihak swasta terhadap sektor kewirausahaan sangat baik,  yakni dengan banyaknya kegiatan atau fasilitas yang diberikan kepada pelaku UKM.

”Sebagai pelaku usaha, saya berharap agar toko oleh-oleh didirikan lebih banyak lagi, agar  bisa memperluas pemasaran produk UKM,” pungkas penggemar warna hitam itu kepada BB.

(E-018)***