Gelar Produk dan Temu Bisnis  UMKM Naik Kelas

20

BISNIS BANDUNG — Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Drs.Kusmana Hartadji MM mengatakan, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Gelar Produk dan Temu Bisnis UMKM Juara di 27 kabupaten/ kota se Jawa Barat yang merupakan rangkaian kegiatan program unggulan Dinas KUK Jabar yakni UMKM Juara atau UMKM Naik Kelas.

Program UMKM Naik Kelas menurut Kusmana , untuk meningkatkan daya saing pelaku  UMKM yang  sudah memiliki karakteristik entrepreneur  dengan semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan,menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam memberikan pelayanan lebih baik .

Seleksi program UMKM Juara dilakukan secara online dan dari sekitar 3000 pendaftar yang lolos seleksi sebanyak 2500 peserta. Mereka yang lolos dibina dan didamping oleh pendamping UMKM yang berjumlah 236 orang selama 6 (enam) bulan. ”Selama masa pendampingan ini mereka dilibatkan dalam Gelar Produk dan Temu Bisnis UMKM Juara,” ungkap Kusmana.

Dari kegiatan yang bakal digelar di 27 kota/kabupaten , telah digelar di 15 kabupaten/kota di Jawa Barat , yakni Kabupaten Cianjur, Sukabumi, Subang, Bandung Barat, Karawang, Garut dan  Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Kota Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Indramayu, Kota Bogor, Kabupaten Majalengka, Kota Depok, Kota Cimahi. Setiap gelaran  produk di kabupaten/kota diikuti  tidak kurang dari 100 peserta UMKM Naik Kelas , dihadiri Bupati dan Walikota.

Kehadiran pejabat  kabupaten/ kota pada kegiatan Gelar Produk dan Temu Bisnis UMKM Juara menunjukkan bentuk kepedulian pemerintah daerah bagi pengembangan, pemberdayaan dan pembangunan UMKM di daerahnya. Masalah utama yang dihadapi UMKM di daerah , diketahui selain masalah permodalan adalah pemasaran .

Dikemukakan Kusmana , Gelar Produk dan Temu Bisnis UMKM Juara bertujuan pula untuk membangun keberanian dari para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Selama ini banyak UMKM yang kurang percaya diri dengan produk-produknya. Kegiatan ini diharapkan jadi kawah candradimuka bagi mereka , selain untuk memperkenalkan produknya, juga berinteraksi dengan masyarakat luas.

 Adanya kegiatan ini menjadi terobosan bagi pelaku UMKM dalam mempromosikan produknya kepada masyarakat luas. Kita berharap, pelaku UMKM khususnya peserta UMKM Juara memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya.

Peserta Gelar Produk dan Temu Bisnis UMKM Juara , salah satunya, Hj Rini Sundari Nur Annisa pemilik Kain Perca Katumbiri di Kota Tasikmalaya mengaku, baginya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk bermitra dengan sesama pelaku UMKM . Selain , bisa langsung berkonsultasi dengan pihak buyer maupun mitra perbankan, lembaga keuangan, PKBL, BUMN/D yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut.“Saya angat senang dan berharap bisa terus mengikuti pameran seperti ini. Saya juga ingin berpameran di luar provinsi Jawa Barat maupun ke luar negeri. Tujuannya untuk uji produk saya, apakah produk saya diminati oleh konsumen atau tidak,” tuturnya.

Program UMKM Juara ini, selain fasilitas yang akan diberikan pendampingan dan pelatihan oleh tenaga ahli selama 6 (enam) bulan, temu bisnis dan gelar produk. Para UMKM Juara akan diseleksi untuk mengikuti benchmarking bagi UMKM yang progresnya meningkat selama pendampingan. Indikator yang digunakan untuk melihat UMKM Juara yakni peningkatan omzet dan aset, memiliki mindset kewirausahaan yang benar dalam menumbuhkembangkan bisnis, menerapkan manajemen yang strategik, melakukan digitalisasi bisnis dengan menggunakan teknologi serta memanfaatkan akses pasar, perizinan, pembiayaan dan media.

Selain pameran di kabupaten/kota dan luar Jabar, bagi UMKM Juara yang berhasil mencapai indikator-indikator tadi, menurut Kusmana ,  mereka akan diikutsertakan dalam pameran di luar negeri berdasarkan hasil penilaian dan kurasi produk UMKM oleh tim. Sedangkan untuk Pameran luar provinsi telah dilaksanakan di Provinsi Riau, Provinsi Jawa Timur , kemudian akan dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Kepulauan Riau.  (E-018)***