Pedagang Sawo  Berharap Berkah  Dari Paralayang Dunia di Sumedang

78

BISNIS BANDUNG – Kejuaraan Dunia Paralayang yang akan digelar di tiga lokasi di Kabupaten Sumedang , di Kampung Toga, Batudua dan Jatigede sudahi terasa gaungnya.

Mulai tanggal 22 sampai dengan 28 Oktober 2019 masyarakat Kabupaten Sumedang akan dimanjakan dengan atraksi lebih dari 160 pilot paralayang dari 21 negara di dunia yang akan menghiasi langit di wilayah Sumedang.

Kejuaraan paralayang kelas dunia ini akan menampilkan tiga kelas berbeda,  yaitu cross country, accuracy dan festifly.

Di antara yang berharap pada kegiatan ini  adalah para pelaku usaha yang  sejak jauh hari sudah menantikan event berkelas dunia ini, diantaranya adalah para pedagang buah sawo  di Desa Sukatali Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.

Mereka berharap dengan diadakannya paralayang kelas dunia ini, akan berdampak ekonomis terhadap penjualan sawo di Sukatali yang  berada di jalur perlintasan yang  akan  dilalui rombongan atlet dan oficial peserta lomba di Batudua dan Jatigede, termasuk dilalui oleh para penonton dan pendukung yang akan menyaksikan jalannya lomba.

Sukatali merupakan sentra buah sawo terbesar di Kabupaten Sumedang. Di sepanjang jalan kita akan mendapati kios-kios di pinggir jalan yang menjajakan buah sawo .

Varietas sawo yang dikembangkan di Sumedang khususnya di Desa Sukatali
adalah Varietas Sukatali ST-1 (Sumedang Tandang 1) yang telah dirilis oleh Menteri Pertanian tahun 2002 lalu sebagai varietas unggul.

Sawo ini tergolong sawo apel  dengan ciri buahnya yang berbentuk bulat seperti buah apel, walaupun ada juga yang berbentuk lonjong. Ukurannya bervariasi mulai dari yang terkecil sebesar telur ayam sampai terbesar sebesar bola kasti.

Selain rasanya manis,  sawo Sukatali dikenal memiliki banyak kandungan nutrisi dan vitamin, bahkan dipercaya memiliki khasiat untuk kecantikan .

Beberapa protein yang penting untuk kebutuhan tubuh manusia terkandung dalam buah sawo antara lain protein nabati, lemak sehat, kalsium, karbohidrat, dan fosfor. Adapun kandungan vitaminnya meliputi vitamin A, vitamin B1, vitamin C, dan vitamin E. Tak hanya itu, kandungan seratnya banyak terdapat di setiap buah yang matang sehingga baik untuk pencernaan.

Ai (44) salah seorang pedagang  swo Sukatali mengatakan, sawo Sukatali mempunyai ciri khas yang berbeda dengan sawo yang lainnya, antara lain bisa bertahan disimpan sampai seminggu dalam keadaan matang.

“Selain memiliki rasa manis yang tidak dimiliki oleh jenis sawo lain, sawo Sukatali juga mempunyai daya simpan yang lebih lama sehingga sangat cocok untuk dijadikan buah tangan,” kata Ai di gerai sawonya,Senin (14/10/2019).

Keunggulan lainnya, lanjut Ai, teknologi budidaya sawo Sukatali tidak mengenal penggunaan pestisida alias bebas residu pestisida dan bahan kimia lain yang berbahaya bagi kesehatan.

“Sudah saatnya kita mengurangi buah impor dengan nilai gizi dan residu pestisida yang tidak diketahui, harga yang lebih mahal dan rasa yang kurang sesuai dengan lidah kita,” ujar Ai.
Ai yang juga memiliki kebun sawo lebih dari 5 hektar  berharap dengan akan digelarnya even paralayang kelas dunia ni, penjualan sawo di Desa Sukatali  akan meningkat dibanding hari-hari biasanya.

“Biasanya saya bisa menjual kurang lebih 50 kilo dalam sehari, kecuali jika akhir pekan penjualannya bisa lebih. Saya harap nanti sepanjang even paralayang penjualan akan jauh lebih meningkat dengan banyaknya wisatawan yang menuju Batudua serta Jatigede melintasi Sukatali,” ujarnya penuh harap. (E-010)***.