Event West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019 Sumedang Resmi Di Buka

23

BISNIS BANDUNG – Pertama sepanjang sejarah, Pemerintah Kabupaten Sumedang dan federasi Aero Sport Indonesia mendapat piagam penghargaan dari Musium Rekor Dunia Indonesia atas rekor paralayang terbang bersama atlet terbanyak 150 orang pilot paralayang pada event International West Java Paragliding World Championship and Culture Feetival 2019.

Piagam penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Djoko Bisowarno dari Federasi Aero Sport Indonesia kepada Bupati Sumedang pada saat pembukaan event International West Java Paragliding World Championship and Culture Feetival 2019 di Alun-Alun Sumedang, Selasa, (22/10/2019).

Dengan dihadiri oleh Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional 2 Kemenpora RI Drm Wawan Gunawan, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman pembukaan West Java Paragliding World Championship and Culture Feetival 2019 resmi dibuka dengan pemukulan Goong.

Pembukaan tersebut diisi oleh penampilan Tari Pembuka binaan dari Disparbudpora, dilanjutkan dengan Penampilan Reak, Tari Umbul yang diikuti oleh 500 orang penari, Drumband dari IPDN, Kuda Renggong, Pasukan Keraton, Songah dan Silat yang mampu memukai para turis mancanegara tersebut.

Bupati menyampaikan terimakasih dan mengapreasi kepada seluruh jajatan yang telah berkontribusi pada acara ini, sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik.

“Saya mempunyai ekspektasi yang sangat tinggi kepada kegiatan ini, tapi kami harap event ini sebagai ajang untuk memperkenalkan dan mempronosikan Kabupaten Sumedang akan potensi wisata alam, seni dan budaya serta pariwisata,” ujarnya.

Bupati menghimbau kepada seluruh peserta agar senantiasa menjungjung tinggi sportivitas, semangat persaudaraan dan kekeluargaan di kalangan pencinta olahraga paralayang.

” Saya harap event ini bisa menjadi event yang pertama, yang terbaik dan berbeda sehingga bisa dikenal di seluruh mancanegara,” katanya.

Selain sajian seni budaya, para atlit mancanegara dan sejumlah pejabat lainnya yang hadir dalam gelaran opening ceremony itu juga menyaksikan beberapa klip video cinematic tentang Sumedang dengan berbagai potensi yang dimiliki, mulai investasi, kekayaan seni budaya Sunda, pariwisata alam, kuliner, hingga KEK Jatigede.


Tak lupa gegedug sekaligus legenda Paralayang Sumedang, Aris Pribaya juga menjadi aktor dalam sesi penayangan video itu. Dari sosok Aris, banyak regenerasi atlet paralayang muda yang telah menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan. Sontak momen itu disambut meriah oleh para atlet paralayang lokal dan mancanegara yang telah mengenal Aris.

Saat ditemui Aris Pribaya Sang Aero Flying Sherpherd mengatakan Sumedang memiliki tempat-tempat yang layak untuk menjadi tempat paralayang dan tuan rumah.

” Saya yakin event ini akan menjadi satu satunya event didunia yang spektakuler karena Kabupaten Sumedang didukung dengan potensi alam yang baik,”ujarnya.

Salah seorang peserta paragliding dari Hungaria, Pal Takats mengatakan Baru di Sumedang untuk seremonial saja openingnya bagus dan penduduknya sangat ramah.

“Saya merasa senang sekali di Sumedang,walaupun baru pertama kali ke sumedang, saya merasakan keramahtamahan penduduknya, dan saya mesti banyak belajar tentang penduduk di sini,apalagi budayanya banyak sekali. Serta kami di sambut dengan menunggangi kuda dan ini pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Saya akan menikmati langit sumedang dengan cara terbang sambil menikmati pemandangan sumedang dari atas,” pungkasnya.

Adapun peserta turnamen tersebut ialah Australia, Belgia, Jepang, Hunggaria, Rusia, Switzerland, Turki dan Venezuela masing masing mengirmkan 1 Orang Atlitnya,Bulgaria 2 orang, China 14 orang, Cekoslavia 4 orang, , Indonesia 83 orang, Korea Selatan 22 orang, Malaysia 5 orang, Philipina 4 orang, Spanyol 2 orang, Inggris 2 orang, Vietnam 14 orang. (E-010)***