Mahindra Ramaikan Pasar otomotif Indonesia

25

Pasar otomotif tanah air , tampaknya cukup menggiurkan bagi beberapa pabrikan mobil di dunia. Terbukti, satu lagi merek baru yang mencoba peruntungannya di Indonesia, yaitu Mahindra yang akan dipegang oleh distributor RMA Indonesia.

COO RMA Group , Chris Manley menjelaskan,  Mahindra masuk ke Indonesia setelah melewati diskusi panjang selama 18 bulan. Selama jangka waktu itu mereka mendalami segala kemungkinan dan peluang sebelum mengambil keputusan.

Pabrikan bersama RMA Indonesia sudah merancang strategi lebih dahulu , sebelum meluncurkan mobil komersial, jenis pikap Scorpio .

“Kami menyasar Kalimantan, Sumatera dan incar spesifik konsumen di segmen fleet. Perkebunan, minning dan UKM. Kami percaya bisa menemukan ceruk yang sangat cocok dengan produk ini,” kata  Chris Manley dalam keterangan  kepada Bisnis Bandung.

Sementara Head of Internasional Operations, Automotive Mahindra, Joydeep Moitra mengatakan, pada tahap awal pihaknya akan masuk ke pasar komersial. Mahindra tertarik ke pasar ini sebab  sangat menjanjikan.

Mobil pikap itu disebut dapat bersaing di tengah merek Jepang yang telah menguasai pasar pikap di Indonesia. Sejauh ini Scorpio ditampuk untuk melawan Mitsubishi Triton dan Toyota Hilux.

“Produk ini sudah teruji dan terbukti bisa melibas berbagai medan. Di mana pun produk ini berkompetisi di dunia, di sana ada juga merek Jepang. Produk bisa bertahan karena punya nilai yang ditawarkan termasuk penggerak 4WD yang sangat andal,” ucap Moitra.

Mahindra cukup berani masuk Indonesia di tengah merek India lain terus berjibaku merebut hati konsumen dalam negeri, antara lainyakni Tata Motor yang masuk ke Indonesia dengan menawarkan kendaraan komersial, kemudian mobil penumpang.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merangkum pada 2016, Tata Motor menjual 976, 2017 (1.065 unit), 2018 (1.111 unit). Sementara periode Januari-Agustus 2019, penjualan produk Tata baru 497 unit.

Walau dibanding merek kendaraan komersial asal Jepang, penjualan Tata Motor jauh tertinggal. Melihat kondisi ini, pihak Mahindra tidak berani menganggap ‘enteng’, namun harus dihadapi sekaligus percaya bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produknya. (E-002)***