Merancang Untung Dari Layanan Paket Wisata

6
Bisnis/Rachman TARGET KUNJUNGAN WISMAN Sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi salah satu gedung bersejarah, Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/5). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan target kunjungan wisman pada 2013 dalam tiga skenario, yakni target pesimistis sebesar 8,3 juta orang, target moderat ada 8,6 juta orang, sedangkan optimistis 9 juta orang.

SALAH satu bidang start up yang terus saja mengalami pertumbuhan hingga kini adalah di ranah wisata. Fenomena ini tidak terlepas dari tren berpelesiran yang menjadi gaya hidup baru sampai detik ini.

Sejumlah aplikasi yang menyediakan fitur bepergian beserta aneka fitur dan layanan pendukung sudah tersedia degan mudah. Salah satunya adalah Pigijo yang menyediakan ragam fitur pemesanan. Mulai dari destinasi, transportasi, hotel kegiatan wisata, travel assistant, pemandu wisata dan lainnya.

Keberadaan ragam fitur tersebut untuk membuat pelancong lebih gampang  untuk mengukur besaran bujet untuk bepergian. Hasilnya adalah setelah dua tahun beroperasi, Pigijo sudah menggandeng 450 homestay, 4.820 tempat wisata, 1.276 rental mobil. 77 travel assistant, serta 3.123 pemandu wisata lokal.

Fitur lain yang sudah beroperasi adalah keberadaan keranjang belanja. Tujuannya untuk memudahkan bagi pengguna saat mereview ulang destinasi yang sudah ditentukan. Atau untuk proses pembayaran.

Philipus Herlambang, Chief Technology Officer Pigijo menyatakan untuk sementara  jenis penginapan yang baru bisa dilayani di Pigijo berjenis homestay, atau rumah penginapan. Lokasinya ada di sejumlah daerah, di Jakarta, Banten, Lampung, dan daerah lain di Pulau Jawa serta luar Jawa.

Untuk menarik minat pengguna mulai tahun depan  Pigijo bakal mengoperasikan dua fitur wisata yang biasa ada di aplikasi sejenis. Yaitu pemesanan hotel serta pesawat. “Fitur pemesanan hotel dan pesawat baru akan kami mulai di kuartal I-2020. Dan sementara ini kami baru bekerjasama dengan homestay,” jelas Philipus.

Dirinya mengakui, untuk menarik minat pengguna, tidak cukup hanya memberi tambahan fitur tersebut di atas. Perlu ada hal yang beda antara Pigijo dengan aplikasi sejenis.

Makanya, ia pun memberi kesempatan kepada pengguna aplikasi ini untuk merancang pikniknya sendiri. Mulai dari mencari tempat wisata yang diinginkan, memilih tempat penginapan, mobil rental dan lainnya.

Semua keterangan, mulai dari harga, lokasi dan lainnya sudah tersedia di aplikasi tersebut. “Kami juga menyediakan travel assistant untuk membantu merancang wisata bagi pengguna,” katanya.

Misalnya, pengguna jasa bisa memilih rencana perjalanan yang direkomendasikan. Ambil contoh ke Lombok untuk dua orang dengan tarif Rp 1,5 juta per orang. Fasilitas yang didapat yakni homestay,  sewa mobil dan pengemudi, bensin, snorkeling dan lainnya. “Lewat aplikasi ini jadi lebih mudah,” klalmnya.

Philipus tidak merinci target bisnis yang dibidik. Yang pasti, ia bakal terus menambah fitur dan bermitra dengan pebisnis terkait. (C-003/BBS)***