SOLOIS CANTIK BERHARMONIKA Kamulah Mimpiku Cintaku

9
SOLOIS CANTIK BERHARMONIKA Kamulah Mimpiku Cintaku

Atas nama album solo perdana berjudul Pengikut Hati yang di rilis 2019 ini,  jika biasanya penyanyi sekaligus pemain harmonica, Sarah Saputri dikenal lewat aktivitasnya bersama duo Sarah N Soul yaitu Nissan Fortz, berbagai respon positif pun diraih oleh mereka, termasuk pencapaiannya menembus nominasi AMI Awards 2016 untuk Karya Produksi Folk Terbaik lewat lagu “I Don’t Wanna Know”.

Sarah kemudian memutuskan untuk menjalankan proyek solonya dengan menggarap beberapa single atas kerja sama dengan MD Music, di antaranya “Aku dan Kamu Satu”, “Kamulah Mimpiku Cintaku” dan “Harapku” yang didaulat sebagai original soundtrack dari film Ayat-Ayat Cinta 2. Kini, di tahun 2019 Sarah Saputri bergerak di bawah bendera indie label SS Music, melepas album perdana sebagai solois bertajuk Pengikut Hat”. Dalam album ini, terdapat sembilan buah lagu, delapan di antaranya adalah karya dari Sarah seperti “Di Do’aku” dan satu lagu dari Tantan Nugraha berjudul “Siap (Lagi)”. Album Pengikut Hati bisa dibilang menjadi karya yang bersifat personal untuk Sarah, karena seluruh materinya merupakan representasi dari pengalaman yang ia alami.

Lewat medium musik, ia merasa bisa berekspresi sejujur-jujurnya untuk menceritakan peristiwa yang menurutnya berkesan. Sementara itu, albumnya dirilis pada 27 September 2019 lalu dalam tiga format yang berbeda, yaitu Deluxe Limited Edition, Regular dan format digital. Bertepatan dengan moment yang sama, Sarah Saputri juga s dipanggil dan terseret menjadi terdakwa di DCDC pengadilan musik episode ke-36 yang diadakan di Kantin Nasion Rumah The Panas Dalam, Jalan Ambon No. 8A Bandung, dihadapan dua Jaksa Penuntut dengan dua orang Pembela,  Pengadilan akan dipimpin oleh seorang Hakim, serta jalannya persidangan diatur oleh seorang Panitera.

Sementara itu, Agus Danny Hartono selaku Marketing Brand Communication/DCDC, mengungkapkan , mereka memilih Sarah karena melihat komitmen dan dedikasinya dalam berkarya. Sarah mampu membuktikan karyanya layak diterima dan dikonsumsi oleh publik.

“Potensi penyanyi solo ini sangat besar. Dia sempat mendapat nominasi AMI Awards 2016. Kemampuannya pada vokal dan harmonika itu menjadi pembeda. Karena kemampuan itu sangat jarang di Indonesia,” ujar Danny.

Dalam penampilannya, Sarah memang terlihat menguasai teknik vokal. Ia juga begitu atraktif dalam memainkan harmonika. Sejak awal, ia telah berguru pada maestro musik Bandung, Hari “Pochang” Krisnadi. Pada pengadilan pun, mereka sempat tampil duet, menyajikan beragam teknik bermain harmonika. Sebagai saksi yang meringankan, Hari Pochang mengapresiasi perjuangan Sarah dalam menguasai harmonika.

Lagu- lagu dalam album ini ditulis sendiri oleh Sarah, namun untuk aransemennya bekerjasama dengan teman-teman musisi lainnya, seperti Dida Heart dan Rizqi Alif, Dede Kumala, Harry Budiman, Iday Adhya, Indra Octiana, Ijay Irawan, Yuhka, Iir Danur dan Sandi Cakung. Album ini direkam di tiga tempat yang berbeda, yaitu Escape Studio, Nama Studio dan Garputala Studio. Dalam DCDC pengadilan musik  Sarah  sempat memaparkan kepada perangkat persidangan bahwa proses realisasi album ini melibatkan perasaan yang mendalam untuknya. Meski begitu, isian harmonikanya tentu tak hilang di tiap materi dalam album ini.

Hingga beberapa gimmick becandaan dari perangkat persidangan pun turut menghibur para fans dari Sarah dan pecinta DCDC pengadilan musik tertawa lepas ketika melihat persidangan berlangsung. Seru dan kocak ya, so bagi teman-teman yang tidak sempat menyaksikan Pengadilan Musik secara langsung, acara ini juga disiarkan dalam format live streaming yang bisa disaksikan di www.djarumcoklat.com. Who knows terdakwa berikutnya yang akan disidang adalah musisi idola kamu. (E- 009) ***