Dewan dengan Gubernur Seperti Suami dan Istri

18

BISNIS BANDUNG – Keberadaan  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan gubernur  itu bak  suami istri. Jadi  hak interpelasi kepada   Gubernur Jawa Barat  dinilai tidak perlu dilakukan. Persoalannya  hanya kurang  komunikasi antara  dewan  dan gubernur karena adanya  semacam  sumbatan.

” Ya  intinya  lantaran  komunikasi tersumbat. Tidak ada  penyampaian  interpelasi-interpelasi,” tutur  Ketua DPRD Jabar, Taufik Hidayat, usai melakukan pertemuan dengan Ridwan Kamil di Sari Ater Subang, sekaligus  mengahadiri  acara  Media Gathering dengan wartawan peliput   DPRD Jabar, Selasa (29/10).

Menurut Taufik, kurangnya intensitas pertemuan di antara kedua belah pihak menjadi penyebabnya. Karenanya, Taufik berharap pertemuan antara DPRD Jabar dan Ridwan Kamil perlu dilakukan secara rutin agar komunikasi baik terjalin.

“Dewan dengan gubernur itu kayak suami istri, jadi kita harus terjalin. Dalam Pancasila ada musyawarah mufakat, makanya harus dimusyawarahkan,” katanya.

Selain itu, kurangnya komunikasi antara DPRD Jabar dan Ridwan Kamil dikarenakan padatnya agenda kegiatan sang gubernur. Kendati demikian, komunikasi yang baik perlu terus dibangun agar DPRD Jabar bisa membantu tugas eksekutif.

“Pak Gubernur itu mengurus Jawa Barat sudah pusing, capek, berat. Saya aja mengurus 120 orang sudah pusing apalagi Pak Gubernur mengurusi masyarakat dari Pangandaran sampai Ujung Genteng, belum lainnya,” ungkapnya.

Taufik mengatakan, pihaknya akan berupaya meningkatkan intensitas pertemuan dengan Ridwan Kamil agar komunikasi kedua belah pihak ke depannya semakin baik.

Dirinya berharap, intensitas pertemuan akan membantu koordinasi terkait percepatan pembangunan di Jawa Barat.

“Ada pertemuan rutin nanti, jadi dua hari yang lalu dengan pak gubernur di rumah saya, terus tadi malam saya dengan unsur pimpinan,” ucapnya.

Menurut Taufik Hidayat, DPRD dan Pemprov Jabar siap membangun harmonisasi dalam menjalankan roda pemerintahan di Jabar demi kesejahteraan masyarakat Jabar.

Ia menyatakan  ke depan,  harmonisasi pemerintahan di Provinsi Jabar akan semakin baik seiring komitmen yang telah dibangun dirinya dengan gubernur, salah satunya dengan menggelar pertemuan rutin.

“Ada pertemuan rutin nanti. Dua hari yang lalu dengan Pak Gubernur di rumah saya, terus tadi malam saya dengan unsur pimpinan,” sambung Taufik mencontohkan pertemuan yang bakal rutin digelar itu.

Taufik pun berjanji mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan berbagi persoalan di Jabar. Terlebih,  Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia pun mengamanati seluruh rakyat Indonesia untuk selalu mengedepankan musyawarah hingga tercapai kata mufakat.

“Dalam Pancasila ada musyawarah mufakat, makanya harus dimusyawarahkan,” katanya.(B-002)***