Waspadai Banjir di Rancaekek

33

MUSIM hujan  bakal segera tiba. Tanda-tandanya  di Bandung dan sekitaranya sudah mulai hujan, meski turunnya masih belum merata. Ini  semua  perlu diwaspadai, karena salah urusan  kerap menyebabkan  kompleksitas bagi kehidupan. Ya  musim hujan banjir di mana-mana, sebaliknya  musim kemarau berdampak pada kekeringan dan kebakaran hutan.

Saya khawatir  atas  beberapa lokasi yang menjadi  langganan banjir. Sebut saja di Rancaekek, Kabupaten Bandung yang  diprediksi berisiko  banjir  lebih parah. Hal tersebut  karena  adanya  proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) yang   bisa menyumbat sejumlah saluran drainase warga dan urukan tanah yang ketinggiannya melebihi lahan warga.

Kita  acungkan jempol  atas kepekaan Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar  yang mengingatkan akan bahaya banjir kepada media massal. Pernytaan itu diungkapkan  setelah meninjau  langsung  di wilayah Rancaekek.

Ia menyebut dengan kondisi  Rancaekek  seperti saat ini, maka  dalam musim pengghujan saat ini terancam banjir yang dua kali lipat lebih besar dari biasa. Nah lho!

Beberapa dampak dari pekerjaan proyek KCIC yang melipatgandakan risiko banjir di Rancaekek, menurut  pendapatnya lantaran  urukan tanah di lokasi proyek, telah mengelilingi pemukiman warga yang notebene sebelumnya menjadi langganan banjir.

Diketahui bahwa yang menjadi  tempat urukan  adalah yang semula merupakan daerah yang dijadikan warga untuk mengalirkan air saat banjir.  Kini tertutup sudah. Ketinggian urukan tersebut tak tanggung-tanggung mencapai delapan meter dan ada yang permukaannya hampir rata dengan atap rumah warga.

Bahkan, ada sejumlah saluran drainase warga juga banyak yang hilang. Sebagian tertutup oleh material proyek, sebagian jalurnya terpotong oleh lokasi proyek. Ini a merupakan antisipasi yang harus  menjadi perhatian  Badan Penanggunlangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung untuk menyiapkan langkah penanggulangan yang lebih komprehensif.

Beberapa wilayah yang dinilai paling rawan adalah Rancaekek Kulon, Rancaekek Wetan, Bojongloa dan Sukamanah. Wilayah itu setiap tahun merupakan langganan banjir, sekarang justru dikelilingi urukan setinggi delapan meter dan saluran drainasenya banyak yang tertutup.

Wildan,  Ciburu  Bandung