Diseminasi Gerakan Literasi Nasional 2019 di Kota Tasikmalaya

5

Sejak tahun 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan gerakan literasi nasional sebagai bagian dari implementasi dari peraturan Mendikbud nomor 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti. Kemendikbud membentuk kelompok kerja gerakan literasi nasional untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan literasi yang dikelola unit – unit terkait. Gerakan literasi nasional merupakan upaya untuk memperkuat sinergi antar unit utama pelaku gerakan literasi dengan menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkembangkan serta membudayakan literasi di Indonesia.Gerakan ini  dilaksanakan secara menyeluruh dan serentak,mulai dari ranah keluarga sampai ke sekolah dan masyarakat seluruh Indonesia.

Balai Bahasa Jawa Barat sebagai institusi kebahasaan melaksanakan program tersebut sejak beberapa tahun lalu.Untuk tahun ini telah dimulai di empat titik,  yaitu Kota Cimahi,Kabupaten Cirebon,Kabupaten Garut dan Kota Tasikmalaya.Pada pelaksanaan di Kota Tasikmalaya kegiatan dilakukan pada tanggal 9 Oktober 2019 bertempat di salah satu hotel di  Cihideung , diikuti  oleh 200 orang guru SD,guru SMP , komunitas literasi serta TBM.Para pembicara dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Balai Bahasa Jawa Barat Umar Solikhan M.Hum,staf Balai Bahasa Jawa Barat Sariah M.Pd dan vasilitator GLN Ema Astri Muliasari.

Bentuk kegiatan dimulai dari penyampaian materi dari para narasumber dan pelatihan. Selepas penyampaian materi , berlangsung diskusi cukup hangat antara  peserta kegiatan dengan para narasumber.Cukup banyak hal hal positif yang dibahas dalam sesi diskusi tersebut.Tujuan dari kegiatan kali ini ialah menumnuhkembangkan budaya literasi pada ekosistem pendidikan mulai dari keluarga,sekolah,dan masyarakat dalam rangka pembelajaran sepanjang hayat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup.Secara khusus kegiatan gerakan literasi nasional di Kota Tasikmalaya  untuk meningkatkan minat literasi di kalangan milenial.

Kepala Balai bahasa Jawa Barat dalam kesempatan tersebut menuturkan,perkembangan era digital membutuhkan kemampuan untuk mengolah informasi.Dari informasi inilah dapat diinterpretasi dan dimaknai oleh masyarakat secara baik,sebab muara dari gerakan literasi ialah menulis,sedangkan hulunya ialah membaca.Di era digital sekarang model bahan bacaan pun harus disesuaikan dengan perkembangan jaman, sehingga memudahkan generasi masa kini untuk mencernanya. (E-001) ***