Obyek Wisata Paliken Hills Tempat Menancapkan Lidi Dewi Samboja 

23

Paliken Hills , mendengar nama serupa itu, ingatan kita akan  berasumsi pada  nama di luar negeri ,namun jangan salah destinasi wisata ini terletak di Kabupaten Pangandaran. Obyek  ini tengah dikembangkan menjadi tempat wisata khusus yang memiliki keistimewaan sejalan upaya Pemkab  Pangandaran yang wilayahnya memiliki potensi wisata cukup beragam. Selain sudah terkenal dengan kawasan wisata pantai, pemerintah kabupaten serta pemerintah provinsi Jawa Barat tengah gencar membuka beberapa spot wisata alam di Pangandaran. Destinasi wisata Kampung Paliken,Desa Pasir Geulis,Kecamatan Padaherang Pangandaran berjarak sekitar 43 kilometer dari pusat Kota Pangandaran dengan aksebilitas jalan cukup bagus bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun empat.

Ada sebuah legenda di kawasan tersebut,legenda ini berasal dari masa kerajaan Galuh saat itu melawan perompak . Dewi Samboja mengadakan sayembara untuk memilih panglima perang. Dengan kesaktiannya Dewi Samboja menancapkan lidi pada tanah,barangsiapa yang mampu mencabutnya, dia akan terpilih jadi panglima perang. Dari sekian banyak peserta ada satu pemuda yang berhasil mencabut lidi tersebut bernama Sawung Galing,ternyata dia adalah Patih Kerajaan Galuh yang diutus oleh Maharaja Sanghyang Cipta untuk mencari Dewi Samboja. Permukaan tanah tempat menancapkan lidi, saat ini dikenal sebagai Situs Paliken.

Keindahan alam merupakan daya tarik utama kawasan Paliken Hills,dari atas ketinggian bukit terlihat jelas kawasan Pangandaran,Banjar dan Ciamis serta beberapa daerah di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Awal mula kawasan ini dibuka sebagai destinasi wisata alam, merupakan ide masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar bukit,mereka kemudian secara swadaya membuat dan membuka lokasi untuk swafoto.Selain itu mereka membuat pula fasilitas  pendukung,  seperti kios kios bagi para pedagang.Para pedagang disini menjual aneka souvenir khas Pangandaran,bahkan makanan dan minuman khas Pangandaran dijajakan  disini, antara laini pindang gunung,soto entog serta minuman lahang (nira).

Tiket masuk kawasan ini Rp 2000 ,sedangkan untuk lokasi swafoto disediakan kotak infaq biasanya pengunjung membayar seikhhlasnya . Beberapa spot foto disediakan cukup banyak yang paling favorit ialah bukit pandang serta jembatan cinta.Cukup banyak kegiatan lainnya yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat guna menarik minat pelancong,kegiatan rutin yang dilakukan ialah pementasan Ronggeng Gunung sebuah seni tradisi khas Pangandaran.Selain itu mereka kerap mengadakan atraksi Adu Bagong,biasanya dilakukan sebulan sekali. Bagi para penikmat keindahan alam yang inggin menikmati keindahan malam,pengelola menyediakan kawasan untuk berkemah.Kepopuleran kawasan Paliken Hills mulai  terlihat dari banyaknya unggahan foto – foto kawasan ini di sosial media. (E-001) ***