PAD Jabar 2020 Diprediksi Capai Rp 5, 4 Triliun

11

BISNIS BANDUNG – Pendapatan daerah Jabar tahun 2020 diperkirakan mencapai Rp 41,583 triliun, naik sebesar Rp 5,456 triliun atau naik 15,10 persen dibandingkan dengan target APBD Perubahan 2019 sebesar Rp 36,127 triliun.

Dana itu bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 25,233 triliun, dana perimbangan yang diperkirakan sebesar Rp 16,336 triliun serta pendapatan yang sah dari hal lain-lain diperkirakan sebesar Rp 23,199 miliar.

“Penyusunan belanja daerah diprioritaskan untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah sesuai dengan peraturan pemerintah,” ujar Gubernur  Jabar, Ridwan Kamil dalam rapat paripurna DPRD Jabar, Selasa,( 29/10/ 2019).

Emil menuturkan, dalam menyusun RAPBD Jabar Tahun 2020 pihaknya memberi ruang bagi partisipasi masyarakat sebagai manifestasi prinsip transparansi melalui penjaringan aspirasi. Selain itu, disajikan informasi yang memadai sehingga publik mudah mengetahui penggunaan keuangannya.

Dia menambahkan, penyusunan anggaran juga berpedoman kepada kaidah disiplin anggaran yang dimanifestasikan dalam perkiraan pendapatan yang terukur, dan pengeluaran yang efektif serta efisien. “Pembebanan pendapatan daerah dilakukan secara proporsional dan pengalokasian belanja daerah mempertimbangkan asas keadilan dan pemerataan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Kebijakan belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2020, menurut Emil, difokuskan pada sembilan program prioritas pembangunan antara lain akses pendidikan untuk semua, desentralisasi pelayanan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi umat berbasis inovasi.(B-002)***