Keterbatasan Ekonomi, Kakek Tinggal Di Rumah Tidak Layak Huni

9

Seorang kakek berusia tujuh puluh lima tahun,terpaksa tinggal di rumah tak layak huni dan nyaris ambruk,di Kabupaten Cianjur. Kakek tersebut terpaksa tinggal dirumah tersebut,karena keterbatasan ekonomi. Sang kakek berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumahnya,agar bisa tinggal dengan layak.,

Seperti inilah kondisi tempat tinggal kakek Baehaki,kakek berusia tujuh puluh lima tahun,yang tinggal bersama satu orang anaknya,di Kampung Karang Nunggal,Desa Gadog,Kecamatan Pacet,Kabupaten Cianjur.

Kondisi rumahnya yang hancur,nyaris ambruk. Bagian dalam rumahnya,tidak memiliki atapnya. Tiang dari kayu dijadikan penyangga atap rumah yang hampir roboh.

Kesehariannya,kakek Baehaki menjadi kuli cangkul di lahan kebun milik orang lain,dengan penghasilan yang tak menentu.

Untuk beristrirahat dan tidur,kakek Baehaki menempati kamar depan.dinding-dinding kamarnya,terbuat dari terpal,tidak ada pintu.Dahulu rumahnya tidak separah ini,namun akibat getaran gempa bumi dua tahun lalu,membuat rumah kakek ini rusak berat .

Kakek baehaki menempati rumah tersebut,hanya pada siang hari saja,jika malam datang atau hujan deras turun. Kakek Baehaki terpaksa harus berjalan sejauh satu kilo meter,untuk menumpang tidur di rumah anaknya,karena takut saat sedang tidur dimalam hari,rumahnya ambruk.

Menurut sang anak,ayahnya enggan untuk meninggalkan rumahnya yang nyaris ambruk,karena menyimpan sejuta kenangan bersama almarhum sang istri,yang meninggalkanya lima puluh satu tahun lalu. Sang anakpun tidak bisa berbuat banyak,melihat kondisi rumah orang tuanya karna keterbatasan ekonomi.

Keluarga sangat berharap kepada pemerintah setempat,maupun pemerintah pusat,agar bisa membantu untuk memperbaiki rumah kakek Baehaki agar layak untuk di huni.

HERI SETIAWAN, BANDUNGTV..