Walikota Cimahi Minta KCIC Penuhi Tuntutan Warga Dampak Terbakarnya Pipa Pertamina

13

Walikota Cimahi Ajay M Priatna menyayangkan, tidak adanya kordinasi antara pihak proyek Kereta Cepat Indonesia, KCIC, dengan pihak pertamina, sehingga menyebabkan kebakaran pipa, dan merugikan warga. Pemkot cimahi meminta pertanggungjawaban, terhadap pihak KCIC, untuk memenuhi tuntutan yang merugikan warga.

Hingga Jumat siang, lokasi terjadinya kebakaran pipa milik pertamina, akibat bor pembangunan kereta cepat indonesia Cinajakarta Bandung, masih ditutup garis polisi.

Walikota Cimahi bersama pihak Pertamina, KCIC serta unsur warga, dan petugas kepolisian meninjau langsung lokasi kejadian. Ajay M Priatna menyayangkan terjadinya kebakaran hebat di wilayahnya. Ajay pun meminta pertanggungjawaban dari pihak KCIC, untuk warga yang terdampak.

Walikota Cimahi menyayangkan atas kurang kordinasinya antara pihak KCIC dengan pihak Pertamina. Diharapkan, proyek pembangunan kereta cepat tersebut, dapat berkordinasi dengan pihakpihak terkait, lantaran pemkot Cimahi pun mendukung atas kegiatan proyek nasional tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat akibat bocornya pipa minyak pertamina, yang terjadi pada selasa siang di Kota Cimahi, menyebabkan  satu orang meninggal dunia, yakni seorang warga asing yang bekerja sebagai operator alat berat. Selain mengakibatkan korban jiwa, kebakaran pun membuat lahan pesawahan warga gagal tanam, dan satu unit kendaraan minibus milik warga ikut hangus terbakar. Kebakaran diduga, akibat pipa minyak pertamina yang terkena pengeboran, untuk pemasangan tiang pancang pada proyek kereta cepat jakarta bandung.

Algi Muhammad Ghifari, Bandung Tv.