Arboretum  Cibeureum Dijadikan Konservasi Mata Air

20

Di Kampung Legok Pulus Kecamatan Samarang Garut, terdapat sedikitnya 8.000 koleksi berbagai jenis  pepohonan di area Arboretum yang dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung. Arboretum Cibeureum dibangun sebagai pusat penelitian flora, termasuk di antaranya tumbuh-tumbuhan langka yang dijadikan rujukan bagi kalangan ilmuwan baik lokal maupun mancanegara. Lokasinya tidak jauh dari Danau Purba, Situ Cibeureum di Kecamatan Samarang Kabupaten Garut.  Arboretum juga dijadikan  konservasi sumber mata air.

Diresmikan pada 28 April tahun 2005, area ini memiliki koleksi sedikitnya 8.000 jenis pohon pada areal seluas 6 hektar di perbukitan berketinggian 1.200 mdpl. Koleksi terdiri  dari buah langka, buah komersial, rempah, kayu-kayuan endemik, kayu-kayuan non endemik serta tanaman rempah dan obat. Koleksi buah langka , di antaranya buah kesemek, pisitan, bencoy/kapundung, kupa, duwet, huni/wuni.Koleksi buah komersial antara lain alpukat, rempah seperti kayu manis (ghina amomum gurmani), kopi arabika, kopi torabika dan kopi robuska.Koleksi kayu-kayuan endemik , antara lain manglid, puspa, saninten.Koleksi kayu-kayuan non endemik  adalah kayu jati, suren, kihiang serta damar (agathis saranti palia).Koleksi tanaman rempah dan obat di antaranya kayu putih dan eucalyptus.Dilengkapi sarana perkantoran terpadu, rumah kaca, laboratorium, gudang, mushola, mes berkapasitas tiga unit serta “guest house” diatas bukit yang bisa memantau lekukan pegunungan cagar alam Kamojang.

DAS Cimanuk sendiri kondisinya sudah kritis,i mencakup lahan seluas 110.000 Ha atau 31% dari luas DAS. Hal ini dapat dilihat dari koefisien run-off tahunan yang cukup tinggi mencapai 74%. Koefisien run-off menunjukkan persentase air hujan yang tidak meresap ke dalam tanah. Jadi, semakin tinggi koefisiennya, semakin banyak air yang tidak terserap ke dalam tanah yang menyebabkan banjir di musim hujan dan kesulitan memperoleh air di musim kemarau. Kondisi ini disebabkan oleh perambahan hutan dan budidaya pertanian yang kurang memperhatikan kaidah konservasi.

Kawasan taman wisata Kamojang sebagai wilayah penyangga hutan yang menjadi daerah tangkapan air DAS Cimanuk, keberadaannya terancam akibat kebakaran dan perambahan hutan. Oleh karena itu dilakukan serangkaian program untuk memperbaiki DAS Cimanuk, seperti pengembangan kebun koleksi, pembuatan sarana dan prasarana Arboretum, penataan kawasan camping ground serta penataan kawasan taman wisata alam (TWA) Kamojang. Pada program tersebut  diberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk bersam-sama menjaga ekosistem dan lingkungan TWA Kamojang.

Dibangunnya Arboretum di DAS Cimanuk, merupakan proyek percontohan untuk konservasi tanah dan air agar masyarakat di sekitar dapat mengikuti pola-pola penanganan tanah , misalnya dengan cara terasering untuk tanah yang  berbukit. Di daerah ini diperkenalkan pola-pola tanam yang  mengikuti kaidah-kaidah konservasi kepada masyarakat sekitar sehingga pola kemitraan dalam penyelamatan air bisa dilakukan.Selain itu Arboretum DAS Cimanuk fungsinya sebagai proyek percontohan untuk konservasi tanah dan air, agar masyarakat pada umumnya dapat memahami pentingnya keseimbangan ekosistem, khususnya pada masyarakat di sekitar hutan dan mata air agar dapat mengikuti pola-pola penanganan tanah sesuai dengan kaidah konservasi. (E-001) ***