Alat Pengukur Tekanan Ban Tidak Terkalibrasi

25

Kecelakaan di jalan tol kerap terjadi. Tidak sedikit dari kecelakaan tersebut disebabkan oleh mobil yang pecah ban saat melaju di jalan tol. Tentu hal ini menjadi sangat memprihatinkan  , karena  bukan cuma mengakibatkan celaka bagi mobil dan penumpangnya itu sendiri,  tapi juga bagi pengguna jalan lainnya. Malapetaka pecah ban  sebagian besar disebabkan oleh tekanan angin ban yang tidak sesuai. Menariknya, kali ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut campur tangan dalam fenomena ini.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono menyebutkan, saat ini di Indonesia belum ada alat pengukur tekanan ban yang terkalibrasi. Pasalnya, proses ini diperlukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang dilakukan akurat dan konsisten dengan instrumen lainnya.

Kalibrasi sendiri merupakan proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan cara membandingkannya dengan standar atau tolok ukur.

“Ini PR (pekerjaan rumah) bersama , terutama pemerintah, agar masyarakat disediakan alat pengukur ban yang akurat,” ujar Soerjanto, dalam keterangannya , Rabu (6/11).

Penyediaan alat ukur tekanan ban yang terkalibrasi  sudah diatur dalam undang-undang (UU) bahwa semua ukur mengukur di Indonesia  diawasi oleh Kemendag.

“Dia (Kemendag) lupa memasukan pengukur tekanan ban ini. Ternyata setelah berdiskusi dengan Kemendag dia lupa mengatur atau mengawasi tiup meniup atau tekanan ban ini,” tambah Soeryanto.

Dari hasil uji petik di lapangan yang dilakukan oleh Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia dan pabrikan ban saat angkutan mudik Lebaran, banyak kendaraan pribadi maupun umum yang tekanan anginnya tidak sesuai dengan yang ditentukan oleh pabrikan. Ditemukan semua alat ukur tekanan angin yang dimiliki oleh tukang tambal ban di pinggir jalan maupun di toko umumnya tidak  kalibrasi atau ditera oleh unit kerja terkait.

KNKT pun berinisiatif untuk menugaskan Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen Tertib Niaga melalui Direktorat Metrologi dapat melakukan edukasi serta menyelenggarakan program kalibrasi alat ukur tekanan angin/ban secara nasional supaya semua alat ukur  valid.

Alat ukur ban ini perlu dikalibrasi agar masyarakat bisa yakin bahwa tekanan ban mobilnya sudah sesuai standar pabrik. Sementara saat ini, alat ukur yang ada belum terkalibrasi. (E-002/BBS)***