Memilih Ban Untuk Musim Hujan

32

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim penghujan tahun ini akan dimulai pada November—Desember 2019. Puncaknya diprediksi pada Januari—Februari 2020.

Kecelakaan saat musim penghujan , selain faktor manusia dan pengaruh cuaca,  menjadi salah satu penyebab timbulnya kecelakaan.

Belum lagi jalanan yang berlubang tertutup air , juga menjadi salah satu penyebab kecelakaan. Bahkan, genangan bisa menyebabkan aquaplaning (tergelincir karena meluncur di atas bantalan air).

Salah satu bagian penting pada kendaraan yang perlu diperhatikan saat musim hujan adalah ban.

Sesuai dengan iklim di Indonesia, kendaraan seharusnya menggunakan ban all condition (segala kondisi) yang dapat digunakan saat panas maupun hujan. Di dunia balap, ban jenis ini disebut dengan istilah intermediate.

Ban Intermediate disebut mampu memecah air dan menepis udara dengan baik. Walaupun demikian, bukan berarti setiap kendaraan di Indonesia wajib menggunakan ban all condition.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai cara aman berkendara saat musim hujan, berikut beberapa tips memilih ban yang sesuai:

  1. Gunakan jenis ban standar yang direkomendasikan pabrik, sesuai dengan buku petunjuk, atau yang memiliki profil ketebalan antara 55 hingga 70 % dari lebar tapak ban.
  2. Jangan memilih motif kembang yang aneh-aneh, hanya berdasarkan pertimbangan fashion. Ban yang baik memiliki pola bergaris dengan jarak optimal, tidak terlalu rapat dan tidak terlalu jarang.
  3. Hindari penggunaan ban slick atau ban tanpa pola. Walaupun lunak dan ditujukan agar melekat dengan baik pada jalan, namun tidak pada kondisi jalan yang basah.
  4. Ban yang masih baru diselimuti oleh lapisan silikon yang cenderung licin dan memiliki daya cengkram yang kurang maksimal. Setelah digunakan beberapa puluh kilometer di lintasan kering, maka lapisan silikon yang menyelimutinya berkurang, dan daya cengkeramnya akan semakin baik.
  5. Perhatikan juga tipe alur yang terdapat pada tapak ban. Ban memiliki dua tipe alur, yakni bidirectional, yang dapat digunakan dua arah. Cirinya memiliki alur simetris dan sama kalau dibolak-balik.

Ban ini baik digunakan untuk melintasi jalan dengan kondisi normal sehari-hari. Namun untuk musim hujan, gunakan ban undirectional yang memiliki orientasi satu arah dan tidak bisa dipindah dari satu sisi ke sisi lainnya. Pola model ini dianggap lebih baik untuk memecah air. (E-002)***