Mengintip Sukses Berbisnis Musik Pertunjukan

11

PROMOTOR cenderung memilih mendatangkan artis luar negeri. Hal tersebut lantaran keuntungan yang diterima lebih besar, walaupun biaya yang dikeluarkan lebih besar.

Nandi Prodjosemedi, CEO Adhitama Live menyebutkan bahwa keuntungan tersebut berdasarkan mata uang. “Untuk menggaet artis dalam negeri rata-rata dikisaran Rp 150 juta – Rp 200 juta. Sedangkan untuk mendatangkan artis luar negeri paling murah US$ 100 ribu atau setara Rp 1,5 miliar. Jadi otomatis lebih menguntungkan,” ujarnya.

Adapun untuk rata-rata margin keuntungan yang diambil promotor sebesar 30% dari total pendapatan. “Tapi margin keuntungan bisa mencapai 50% apabila tiket yang terjual sold out. Angka 30% itu antisipasi promotor jika penonton hanya 70% dari jumlah tiket yang terjual,” ujarnya.

Walaupun begitu, ia mengakui bahwa ditengah melemahnya rupiah bisnis promotor semakin tertekan karena membutuhkan modal yang lebih besar. Namun, Nandi menegaskan bahwa dari harga tiket sebisa mungkin tidak dinaikan karena akan mengurangi jumlah penonton.

Menurutnya ada batas atas yang tidak bisa dilewati. Ia bilang untuk acara festival, tiket paling mahal dikisaran harga Rp 1,2 juta – Rp 1,5 juta untuk artis level Maroon 5 atau Bon Jovi. “Jika lewat dari itu, maka penonton akan berkurang hingga 50%,” ujarnya.

Karenanya, untuk antisipasi kenaikan tiket, strategi yang diterapkan yaitu melalui memperbanyak sponsor-sponsor.

Selain itu juga ada strategi lain. Yakni dengan membuat konser festival. Karena si artis tidak perlu manggung full, maka biaya si artis bisa terpangkas setengahnya.

Tapi kalaupun bakal mendatangkan artis papan atas, ia sarankan yang sudah minimal empat album dan ada dua lagu hits di masing-masing album. “Konser artis seperti ini bisa sold out,” katanya.

Dikatakan Sukses

Bakkar Wibowo, Co Founder dan Project Director Prambanan Jazz Festival dan Jogjarockarta, Rajawali Indonesia menyebutkan bahwa ada tiga hal yang menjadi indikator keberhasilan sebuah konser musik. “Secara bisnis, penampilan dan penonton,” ujarnya.

Bakkar bilang bahwa secara bisnis meliputi sponsor, penampilan berdasarkan perform yang ditampilkan, dan penonton dari tingkat keramaian.

Khusus penonton, ia bilang terjual sekitar 70% sudah baik. Karenanya, ia meyakini apabila ketiga indikator tersebut terpenuhi, maka sudah dipastikan promotor mendapatkan untung.

Ia bilang, untuk menjaga keramaian penonton juga tidak ditentukan dari genre musik yang ditampilkan. “Harus mix, tapi setidaknya ada genre yang dimayoritaskan. Kami dalam satu acara sekitar 60% ada genre yang mendominasi,” jelasnya.

Hal tersebut lantaran menjaga penonton supaya tidak jenuh. Oleh sebab itu, secara tahunan dari berbagai acara yang diadakan mereka dapat meraup pendapatan sekitar Rp 150 miliar. Sayangnya ia tidak bisa memberikan pertumbuhannya dengan tahun lalu pada periode yang sama.

Walaupun begitu, ia mengakui sebagai promotor dari daerah ia bersyukur karena dengan acara-acara yang diadakannya di sekitar Yogyakarta mampu memberikan kontribusi pada ekonomi daerah. “Karena rata-rata 60% penonton dari luar kota, pungkasnya. (C-003/KNTN)***