Pentingnya Tune Up Agar Mobil Memiliki Performa Baik

30

Pemilik mobil pasti pernah mendengar saran untuk melakuan tune up saat kendaraannya terasa tak enak saat dikendarai. Cara yang sama diusulkan jika ingin memiliki performa yang baik dan tahan lama.

Tune up adalah kegiatan perawatan mobil dengan jadwal rutin, misalnya satu kali dalam setahun. Sekilas mirip dengan servis, tapi tune up memiliki arti yang beda.

Kegiatan ini berupa standardisasi komponen dan sistem mobil agar kembali seperti semula.

Tune up menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mobil. Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan tune up memang tidak murah. Namun uang yang dikeluarkan sebanding dengan hasil yang didapatkan.

Manfaat melakukan tune up adalah mengembalikan performa mobil seperti semula. Ini bisa mencegah kerusakan pada mobil. Selain itu, komponen-komponen mobil juga bisa diperiksa apakah masih bagus atau harus diperbaiki/diganti.

Saat melakukan tune up, mobil akan dicek kondisinya. Lalu, teknisi akan melakukan tindakan selanjutnya. Dalam melakukan tune up mobil, ada beberapa komponen yang akan diperiksa.

Berikut ini 6 komponen mobil yang diperiksa selama tune up :

  1. Filter Udara

Saat melakukan tune up, yang pertama kali diperiksa adalah filter udara. Pada umumnya, teknisi hanya akan membersihkan filter udara mobil. Kalau filter udara sangat kotor, teknisi akan menggantinya dengan yang baru.

  1. Karburator dan Throttle Body

Pemeriksaan karburator dilakukan pada mobil noninjeksi. Setelah dilakukan pemeriksaan karburator, RPM mobil akan disetel ulang.

Untuk mobil injeksi, pemeriksaan hanya dilakukan pada throttle body. Apabila diperlukan tindakan lebih lanjut seperti pembersihan yang digunakan untuk membersihkan throttle body adalah carbu cleaner.

  1. Celah Busi

Pengecekan celah busi dilakukan dengan cara melihat api yang keluar dari celah busi tersebut. Normalnya, api akan terlihat tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil.

Pada umumnya celah busi telah diset dari pabrikan mobil. Namun, adanya interaksi busi dengan tekanan kompresi dapat mengakibatkan celah busi untuk berubah.

  1. Celah Katup

Pemeriksaan celah katup dilakukan pada mobil konvensional yang memiliki sistem katup konvensional. Pada mobil tipe ini, celah katup akan disetel sehingga kembali pada posisi standar.

Kesalahan dalam penyetelan posisi celah katup dapat mengakibatkan mobil menjadi berisik dan tenaga menjadi ngempos ataupun terjadi kebocoran pada kompresi. Untuk mobil-mobil modern celah katup tidak perlu diperiksa. Hal ini disebabkan adanya sistem HLA (Hydraulic Lash Adjuster).

Dengan sistem ini, celah katup akan diatur secara otomatis berkat tekanan oli mesin.

  1. Aki

Tegangan aki juga harus diperiksa. Untuk aki regular, dilakukan pemeriksaan terhadap pengecekan elektrolit untuk mengetahui keadaan aki apakah masih bagus atau sudah lemah.

  1. Berbagai Cairan Fluida

Cairan-cairan yang ada di mobilpun tidak lepas dari proses tune up. Oli mesin, oli transmisi, minyak rem, oli power steering, dan oli garden adalah sederet cairan yang diperiksa. Kesemua cairan tersebut diperiksa apakah volumenya masih cukup dan kondisi cairan apakah perlu diganti atau tidak. (E-002/BBS)***